Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terus Berproduksi, Menperin Minta Pengusaha Ingat Protokol Keselamatan

Salah satu langkahnya adalah menjaga produktivitas bagi sektor-sektor industri yang terkait atau sedang dibutuhkan konsumen.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  13:49 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama direksi Dexa Group usai meninjau Pusat Riset Obat Modern Asli Indonesia di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences di Cikarang, Bekasi, Rabu. (ANTARA - Sella Panduarsa Gareta)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama direksi Dexa Group usai meninjau Pusat Riset Obat Modern Asli Indonesia di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences di Cikarang, Bekasi, Rabu. (ANTARA - Sella Panduarsa Gareta)

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri terus beperan aktif dalam upaya penanganan virus corona atau Covid-19 yang tengah mewabah di Indonesia.

Salah satu langkahnya adalah menjaga produktivitas bagi sektor-sektor industri yang terkait atau sedang dibutuhkan konsumen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah tengah terus bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif agar industri-industri strategis masih tetap berjalan. Namun, perlu memperhatikan protokol kesehatan yang telah diwajibkan.

"Kami mengapresiasi pelaku industri makanan dan minuman di dalam negeri yang mempertahankan produksinya demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Namun, kami himbau agar keselamatan dan kesehatan para karyawan tetap menjadi prioritas saat industri beroperasi," katanya melalui siaran pers, Kamis (26/3/2020).

Agus mengemukakan hingga pekan lalu, aktivitas produksi sejumlah industri manufaktur masih berjalan normal, pihaknya pun secara keseluruhan juga mengapresiasi industri dan para karyawannya yang tetap menjaga pasokan bagi masyarakat.

Kemenperin juga memacu produktivitas industri penghasil alat pelindung diri (APD). Produk dari sektor ini sedang banyak dibutuhkan, terutama untuk tenaga medis. APD itu meliputi pakaian, caps, towel, masker, sarung tangan, pelindung kaki, pelindung tangan dan kacamata pelindung wajah (goggle).

Tak hanya itu, pemerintah juga masih terus memantau produktivitas industri sarung tangan karet dan industri penghasil masker.

Adapun industri penghasil cairan pembersih tangan atau hand sanitizer pun dipacu produksinya agar bisa memenuhi kebutuhan domestik. Begitu pula sektor-sektor penopangnya diminta turut meningkatkan produktivitasnya, seperti industri deterjen dan produsen etanol.

“Permintaan produk hand sanitizer saat ini naik karena tingginya kebutuhan di masyarakat. Termasuk juga untuk kebutuhan bahan bakunya, yaitu etanol atau alkohol,” ujarnya.

Dia menegaskan pemerintah akan terus dorong industri dalam negeri untuk dapat berperan dalam penanggulangan Covid-19. Agus mengajak para pengusaha untuk bersama-sama memeranginya dengan menjalankan tugas masing-masing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur pabrik kemenperin produksi
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top