Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Proyek JTB Sesuai Perencanaan

Jamsaton Nababan, Direktur Utama Pertamina EP Cepu mengatakan bahwa meskipun proyek mengalami keterlambatan sebesar 0,4 persen dari target progres pengerjaan, tidak berdampak besar kepada pengeluaran anggaran perseroan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  17:47 WIB
Karyawan Pertamina EP Cepu mengawasi proyek Jambaran Tiung Biru. Istimewa -  Pertamina
Karyawan Pertamina EP Cepu mengawasi proyek Jambaran Tiung Biru. Istimewa - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina EP Cepu memastikan anggaran investasi di proyek Jambaran Tiung Biru di Bojonegoro, Jawa Timur tidak membengkak karena keterlambatan proyek.

Jamsaton Nababan, Direktur Utama Pertamina EP Cepu mengatakan bahwa meskipun proyek mengalami keterlambatan sebesar 0,4 persen dari target progres pengerjaan, tidak berdampak besar kepada pengeluaran anggaran perseroan.

“Sampai saat ini analisa kami tidak akan ada lonjakan capex seiring isu corona, karena yang membuat capex berubah apabila proyek delay karena proyek on track kami yakin tidak ada lonjakan capex,” katanya kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

Adapun Proyek Pengembangan Lapangan Gas JTB, memiliki total nilai proyek sebesar US$1,54 miliar. Untuk nilai Kontrak EPC GPF (Konsorsium Rekind-JGC-JGC Indonesia) adalah sebesar US$983 juta.

Proyek tersebut telah melewati tahapan FEED (Front End Engineering Design), Land Acquisition (Pengadaan Tanah), Kontrak EPC Early Civil Works. Sementara pada saat ini tahapan kontrak EPC GPF dan pengeboran sumur sedang berjalan.

Jamsaton menyebut, pihaknya akan tetap menjaga investasi yang dikucurkan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. “Tapi secara optimal kita akan mengatur biaya tidak melebihi capex keseluruhan," jelasnya.

Di lain pihak, Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman mengatakan koordinasi dalam pengerjaan proyek JTB dengan Pertamina EP Cepu pada saat ini berlangsung sangat baik.

Selain itu, seluruh pekerja yang diberdayakan dalam proyek tersebut seluruhnya merupakan warga negara Indonesia, sehingga tidak terpengaruh dengan isu penyebaran virus corona.

“Proyek JTB  kami tekankan sangat memiliki koordinasi yang baik,” ungkapnya.

Adapun Proyek Pengembangan Lapangan Gas JTB, memiliki total nilai proyek sebesar US$1,54 miliar. Untuk nilai Kontrak EPC GPF (Konsorsium Rekind-JGC-JGC Indonesia) adalah sebesar US$983 juta.

Proyek tersebut telah melewati tahapan FEED (Front End Engineering Design), Land Acquisition (Pengadaan Tanah), Kontrak EPC Early Civil Works. Sementara pada saat ini tahapan kontrak EPC GPF dan pengeboran sumur sedang berjalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina rekind Jambaran tiung biru
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top