Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kendalikan Harga Gula, Bulog Lakukan Operasi Pasar

Operasi pasar dilaksanakan di sejumlah pasar di DKI Jakarta. Gula dijual degan harga Rp12.500/kilogram.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  10:34 WIB
Ilustrasi. Bulog Sulteng menggelar operasi pasar berbagai komoditi pangan di halaman Kantor Kelurahan Palupi sebagai upaya dalam rangka menstabilkan harga beras di pasaran yang beberapa hari ini bergerak naik. (Foto Antara - Anas Masa).
Ilustrasi. Bulog Sulteng menggelar operasi pasar berbagai komoditi pangan di halaman Kantor Kelurahan Palupi sebagai upaya dalam rangka menstabilkan harga beras di pasaran yang beberapa hari ini bergerak naik. (Foto Antara - Anas Masa).

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog (Persero) menggelar operasi pasar gula dalam rangka stabilisasi harga untuk wilayah DKI Jakarta dengan menggandeng pihak swasta mulai Rabu (18/3/2020). Langkah ini dilakukan sebagai respons atas melonjaknya harga komoditas tersebut yang berada di atas Rp16.500 per kilogram (kg) dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengemukakan bahwa operasi pasar dilaksanakan di sejumlah pasar yang mencakup Pasar, Pasar Kramat Jati, Pasar Cempaka Putih, Pasar Mampang, Pasar Koja dan Pasar Tomang Barat.

Pasokan gula sendiri berasal dari Sugar Group Companies dengan basis produksi di Lampung, mengingat pengadaan luar negeri Bulog untuk produk ini masih dalam tahap pemasukan dari India dan Thailand.

"Kami akan gelontorkan sekitar 10 ton setiap hari di Jakarta. Dijual sesuai harga eceran tertinggi Rp12.500 per kilogram. Kita gandeng industri gula swasta untuk membantu masyarakat," kata Tri kepada wartawan di Pasar Kramat Jati, Selasa (18/3/2020).

Dia mengemukakan bahwa operasi pasar tak hanya bakal digelar di wilayah DKI Jakarta, namun juga ke ibu kota provinsi yang terpantau mengalami kelangkaan pasokan gula. Adapun untuk operasi pasar kali ini, Bulog membatasi pembelian maksimal sebanyak 2 kg per orang dalam setiap transaksi.

Sementara itu, Direktur Sugar Group Companies Irwan mengemukakan bahwa kerja sama operasi pasar ini bakal berlangsung selama 7 hari ke depan dan bakal dievaluasi. Dia mengemukakan stok yang dikelola perusahaan yang pabrinya mengolah 100 persen tebu tersebut memadai sampai Ramadan.

"Kami bersama Bulog melakukan operasi pasar agar harga eceran tertinggi bisa dinikmati masyarakat. Ini tahap pertama, untuk tahap kedua kami akan membahasnya akan ke mana. Sejauh ini di DKI Jakarta," ujar Irwan.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan bahwa pihaknya bakal mengoptimalisasi kegiatan operasi pasar dalam rangka mencegah dan menangani terjadinya gejolak harga pangan. Selain gula, Bulog juga menyiapkan kebutuhan pokok lain berupa beras, minyak goreng dan tepung terigu dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog operasi pasar harga gula
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top