Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perumahan Segmen Menengah Lebih Aman untuk NPL Perbankan

Untuk mencegah kenaikan NPL, perbankan didorong untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan ke pengembang yang membangun rumah untuk segmen menengah
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  17:57 WIB
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio kredit bermasalah perbankan meningkat dan sektor properti dianggap menjadi salah satu penyebabnya. Namun, persoalan itu sebenarnya bisa dikurangi jika semakin banyak pengembang yang membangun rumah untuk kelas menengah. 

Vice President Coldwell Banker Commercial Dani Indra Bhatara mengatakan bahwa apabila kenaikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan disikapi dengan pengurangan kredit properti, maka akan semakin mempengaruhi permintaan dan penjualan properti. 

"Bank akan memperketat screening terhadap konsumen, sehingga akan ada konsumen yg ditolak KPR [kredit pemilikan rumah]-nya. Dengan demikian, kemungkinan akan batal pembelian unitnya," katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (16/3/2020).

Sebagai antisipasi, perbankan bisa bekerja sama dengan pengembang untuk menyediakan cara bayar lain yang lebih mudah. Beberapa solusi di antaranya memperbesar uang muka, tetapi bisa dicicil lebih panjang sehingga nilai plafon kreditnya dapat lebih kecil. 

"Alternatif cicilan ke pengembang yang lebih panjang juga bisa jadi solusi, karena sekarang sumber pembiayaan tidak hanya harus ke perbankan, tapi bisa juga kerja sama dengan lembaga keuangan lainnya," jelas Dani.

Adapun, menurut Dani, perumahan kelas menengah hingga subsidi bisa menjadi pilihan jika perbankan ingin bekerja sama dengan pengembang menyediakan kredit properti. 

"Jenis properti ini [rumah segmen menengah dan subsidi] cenderung lebih aman, karena cukup banyak end user yang membeli rumahnya," ujarnya.

Pembeli dari segmen pengguna, imbuhnya, cenderung lebih berhati hati dalam membeli properti, lebih memperhitungkan kemampuan cicilan, dan berusaha melunasi karena rumahnya ditinggali. 

"Dengan demikian, pengembang yang bekerja sama dengan perbankan juga bisa mempertimbangkan untuk menambah portofolio rumah kelas menengah untuk membantu agar NPL perbankan tidak tinggi," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti kpr npl
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top