Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenaikan Tarif Tol Ditunda, BUJT Bisa Minta Kompensasi

Badan Pengatur Jalan Tol menyatakan bahwa Badan Usaha Jalan Tol memiliki hak untuk mengajukan kompensasi atas keputusan penundaan penyesuaian tarif ruas tol.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 12 Maret 2020  |  10:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Jalan Tol menyatakan bahwa Badan Usaha Jalan Tol memiliki hak untuk mengajukan kompensasi atas keputusan penundaan penyesuaian tarif ruas tol.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Dia menyatakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memiliki hak untuk mengajukan kompensasi atas potensi kerugian yang dialami akibat penundaan penyesuaian tarif tol.

"Biasanya mereka punya hak untuk mengajukan kompensasi, tapi itu keputusannya ada di badan usaha. Jadi mereka berhak untuk mengajukan, nanti tinggal kita tunggu mereka mengajukan atau tidak," kata Danang, Rabu (11/3/2020).

Keputusan penundaan tarif beberapa ruas tol ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Basuki menyatakan bahwa penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang kurang kondusif.

Berdasarkan Surat Keterangan Penyesuaian Tarif 2019, terdapat tiga ruas tol yang mengalami penundaan yaitu ruas Palimanan - Kanci, ruas Belawan - Medan - Tanjung Morawa, dan ruas Surabaya - Gempol.

Berdasarkan catatan BPJT, ketiga ruas ini sebelumnya dijadwalkan mengalami penyesuaian tarif pada 30 November 2019. Adapun, BUJT dari ketiga ruas tol tersebut adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Lebih lanjut, Danang mengungkapkan bahwa BPJT terus melakukan evaluasi setiap harinya terkait daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi, kepercayaan diri konsumen dan perkembangan di pasar termasuk kepercayaan investor. 

"Kami akan melakukan evaluasi terus-menerus supaya antara daya beli masyarakat dan market confidence ini punya kesepahaman, kira-kira akan sampai berapa lama tarif itu bisa mulai diberlakukan,” ujarnya.

Terkait estimasi berapa lama waktu penundaan ini, Danang mengatakan pihaknya belum tahu pasti. Pasalnya, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan melaporkan hasilnya ke Menteri PUPR terkait kondisi konsumen dan pasar. 

"Ini yang nanti beliau beri arahan kepada kita kapan itu bisa mulai diberlakukan," ucapnya.

Selain ketiga ruas tol, terdapat dua ruas tol lainnya yang juga belum mengalami penyesuaian tarif berdasarkan monitoring SK Penyesuaian Tarif 2020 yaitu ruas Cikampek - Purwakarta - Padalarang (Cipularang) dan Padalarang - Cileunyi (Padaleunyi)

Kedua ruas ini sebelumnya dijadwalkan mengalami penyesuaian tarif pada 7 Februari 2020. Adapun, konsesi kedua ruas tol tersebut juga dipegang oleh Jasa Marga. Namun, Jasa Marga selaku BUJT belum mengajukan penyesuain tarif. 

"Dua ruas tol [lain] masalahnya [belum dilakukan penyesuaian tarif] ada di kesiapan badan usaha," ungkapnya.

Berdasarkan data monitoring SK Penyesuaian Tarif 2020, ruas Cipularang diberikan keterangan self suspend, sedangkan tol Padaleunyi masih terdapat catatan dari BPJT terkait SPM ruas tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jasa marga tarif tol bpjt
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top