Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ingkar Janji, Trump Batal Umumkan Stimulus Ekonomi

Trump tidak tampak dalam konferensi pers, Selasa (10/3/2020), umumkan stimulus ekonomi untuk redam dampak virus corona.
Presiden AS Donald Trump berjalan ke Air Force One ketika ia meninggalkan Washington untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang dari Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS, 26 Juni 2019./Reuters
Presiden AS Donald Trump berjalan ke Air Force One ketika ia meninggalkan Washington untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang dari Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS, 26 Juni 2019./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak muncul di dalam pengarahan Gedung Putih terhadap wabah virus corona pada hari Selasa (10/3/2020), setelah sehari sebelumnya berjanji akan mengumumkan paket stimulus ekonomi utama.

Setelah mengumumkan rencana stimulus ekonomi menyusul penurunan terdalam indeks S&P 500 sejak 2011, Trump mengatakan kepada wartawan pada briefing sehari sebelumnya bahwa dirinya akan mengumumkan sejumlah langkah ekonomi.

"Saya akan berada di sini besok sore untuk memberi tahu Anda tentang beberapa langkah ekonomi yang kami lakukan, yang akan menjadi langkah utama," katanya.

Tetapi, Trump hanya membuat pernyataan singkat dan menjawab sejumlah pertanyaan setelah bertemu dengan para senator partai Republik di Capitol, tetapi tidak merinci rencana stimulus.

"Anda akan segera mendengarnya," kata Trump di Capitol. Menurut tiga orang sumber di Capitol, Trump mengatakan kepada para senator bahwa dia ingin memberlakukan keringanan pajak penghasilan hingga setelah pemilihan umum November mendatang.

Pengarahan virus corona (Covid-19) adalah acara terakhir pada jadwal publik Gedung Putih untuk hari Selasa.

Selama acara tersebut, penasihat ekonomi utama Trump, Larry Kudlow, mengatakan bahwa Trump ingin keringanan pajak diperpanjang hingga akhir tahun. Tetapi dia menolak untuk menjawab pertanyaan tentang berapa anggaran untuk rencana tersebut atau bagaimana cara kerjanya.

"Mari kita usulkan proposal dalam detail konkret dan menyempurnakannya, lalu kita akan memiliki jawaban yang jauh lebih baik," kata Kudlow, seperti dikutip Bloomberg.

Investor menaruh harapan besar terhadap rencana kebijakan pemerintah AS tersebut, setelah pemangkasan suku bunga darurat Federal Reserve pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa wabah Covid-19 akan menyebabkan resesi.

Tetapi ketidakhadiran Trump di briefing Gedung Putih dapat menimbulkan kekhawatiran baru. Kontrak berjangkan bursa saham AS dibuka lebih rendah pada Selasa malam karena investor khawatir bahwa stimulus ekonomi dari pemerintahan Trump tidak segera terjadi.

Kontrak pada indeks S&P 500 turun 0,5 persen ke level 2.851 pada puklu 18.06 waktu New York. Indeks S&P ditutup melonjak 4,9 persen pada perdagangan Selasadi tengah harapan bahwa Gedung Putih akan memberikan langkah-langkah seperti pemotongan pajak penghasilan dan bantuan untuk industri yang tertekan oleh penyebaran Covid-19.

Wakil Presiden Mike Pence secara singkat membahas rencana ekonomi dalam pidato pembukaan pada briefing hari Selasa.

"Dia (Trump) menyerukan pembebasan pajak penghasilan. Kami akan bekerja dengan partai Demokrat dan Republik untuk mengupayakan paket kebijakan ekonomi," kata Pence tentang rencana presiden tersebut.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper