Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Empat PDAM Ditargetkan Miliki Zona Air Minum Prima Pada 2020

Pemerintah menargetkan 34 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akan memiliki ZAMP pada 2024.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  18:10 WIB
Instalasi PDAM Tirta Khatulistiwa di Pontianak. - Dok. Kementerian PUPR
Instalasi PDAM Tirta Khatulistiwa di Pontianak. - Dok. Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga akhir 2019, terdapat delapan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sudah menyelenggarakan zona air minum prima (ZAMP). Tahun ini, BPPSPAM menargetkan empat PDAM lagi yang akan memiliki ZAMP.

Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) pun optimistis bisa mencapai target 34 PDAM yang memiliki ZAMP pada 2024 atau sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18/2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Kerja Sama BPPSPAM Oscar Siagian mengatakan bahwa untuk mencapai target tersebut, BPPSPAM merencanakan akan memfasilitasi penerapan ZAMP kepada empat PDAM per tahunnya.

"Dalam jangka lima tahun ke depan, ada 20 PDAM yang akan diberikan fasilitasi pendampingan oleh BPPSPAM. Sedangkan sisanya diharapkan ada partisipasi dari Pemerintah Daerah setempat," katanya kepada Bisnis, Senin (9/3/2020).

Pada tahun ini, sambung Oscar, BPPSPAM akan melakukan pendampingan penerapan ZAMP kepada empat PDAM yaitu Kabupaten Banyuwangi, Kota Salatiga, Kota Palembang dan Kabupaten Lombok Tengah.

Bisnis mencatat, hingga akhir 2019 terdapat delapan PDAM yang telah memiliki ZAMP yakni PDAM Kabupaten Bogor, PDAM Malang, PDAM Tirtanadi Medan, PDAM Kota Tangerang, PDAM Kota Bogor, PDAM Buleleng, PDAM Intan Banjar, dan PDAM Padang Panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum pdam
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top