Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penutupan Rute ke Jepang dan Korsel Dilematis

Penutupan rute ke Jepang dan Korea akan berdampak ke maskapai nasional yang mengandalkan kedua negara tersebut sebagai pasar internasional utamanya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  21:47 WIB
Penumpang maskapai Citilink dengan rute Silangit-Halim Perdanakusuma Jakarta bergegas memasuki pesawat di Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, Sumut, Senin (11/12). - ANTARA/Andika Wahyu
Penumpang maskapai Citilink dengan rute Silangit-Halim Perdanakusuma Jakarta bergegas memasuki pesawat di Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, Sumut, Senin (11/12). - ANTARA/Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana pemerintah menutup penerbangan ke empat negara lain setelah China seiring dengan wabah virus Corona (Covid-19), terutama Korea Selatan dan Jepang akan menjadi lebih dilematis dibandingkan dengan Iran dan Italia.

Sekretaris Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman mengatakan penutupan rute ke Jepang dan Korea akan berdampak ke maskapai nasional yang mengandalkan kedua negara tersebut sebagai pasar internasional utamanya.

“Kalau untuk Iran dan Italia, memang diperlukan dan tidak akan berdampak ke industri karena tidak ada penerbangan langsung. Namun, Jepang dan Korea Selatan ini yang cukup dilematis,” jelasnya, Selasa (3/3/2020).

Negeri Ginseng, sebut Gerry memang cukup parah kasus penularan corona, sedangkan penularan di Jepang tidak separah tiga negara tersebut kendati ada kemungkinan wabah akan makin parah. Resiko penularan melalui orang yang sakit dan pernah singgah di Korea dan Jepang ini cukup mengkhawatirkan.

Negara Seribu Mullah, kata dia, memiliki resiko paling ting karena wabah corona juga menjangkiti anggota pemerintahan. Di sisi lain, Negeri Pizza juga pesat sekali penyebarannya dalam 1 minggu terakhir dan peningkatan kasus di Eropa diakibatkan karena penularan di wilayah itu.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah mengkaji pembatasan penerbangan atau akses dari empat negara yang dianggap terjangkit virus corona. Rencana tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah yang sama di Indonesia.

“Empat negara, tetapi masih kemungkinan. Korea Selatan, Jepang, Italia, dan Iran,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top