Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Bisnis Umrah Terancam, Jokowi ‘Bentengi’ Menteri

Penghentian sementara izin umrah oleh Arab Saudi guna mengantisipasi risiko penyebaran virus corona akan mengganggu bisnis biro perjalanan, penerbangan, dan asuransi. Langkah mitigasi pun perlu disiapkan untuk melindungi jemaah.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  08:52 WIB
Bisnis Indonesia edisi 28 Februari 2020
Bisnis Indonesia edisi 28 Februari 2020

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai  Penghentian sementara izin umrah oleh Arab Saud  guna mengantisipasi risiko penyebaran virus corona menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (28/2/2020).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Bisnis Umrah Terancam: Penghentian sementara izin umrah oleh Arab Saudi guna mengantisipasi risiko penyebaran virus corona akan mengganggu bisnis biro perjalanan, penerbangan, dan asuransi. Langkah mitigasi pun perlu disiapkan untuk melindungi jemaah.

Asing Beralih Ke Aset Minim Risiko:  Terus melorotnya indeks harga saham gabungan akibat sentimen virus corona membuat investor asing lari dari pasar saham dan memilih aset-aset yang minim risiko.

Butuh Langkah Antisipatif Menahan Defisit Anggaran: Pemerintah harus mengantisipasi pelebaran defisit anggaran sejalan dengan rendahnya penerimaan serta pertumbuhan ekonomi yang diprediksi hanya menyentuh angka 5,1 persen.

RI Perlu Gandeng Negara Lain:  Pemerintah disarankan untuk menjalin kerja sama dengan negara lain guna mendeklarasikan status sebagai  negara  berkembang  agar tetap mendapatkan akses dari World Trade Organization (WTO), khususnya perjanjian terkait subsidies and countervailing measures (SCM).

Korsel Tahan Suku Bunga:  Bank sentral Korea Selatan secara mengejutkan mempertahankan suku bunga acuan di level 1,25 persen, kontras dengan respons kebijakan yang diambil otoritas moneter lain di Asia atas pukulan wabah virus corona terhadap ekonomi.

Jokowi ‘Bentengi’ Menteri:  Dalam dua pekan terakhir, satu isu yang menjadi sorotan adalah wacana perombakan menteri Kabinet Indonesia Maju. Isu perombakan itu diawali dengan persepsi publik terhadap 100 hari kerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ldr Longgar, Kredit Tak Optimal?:  Rasio penyaluran kredit terhadap simpanan bank pembangunan daerah memasuki tren penurunan sepanjang tahun lalu. Selain mencerminkan pelonggaran likuiditas, hal itu juga menunjukkan penyaluran kredit masih kurang optimal.

Awal Tahun Masih Melemah:  Kinerja industri perbankan pada bulan pertama tahun ini terbukti masih lemah. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga masih belum memuaskan. Kondisi ekonomi memang sedang lesu, sehingga tampaknya stimulus Otoritas Jasa Keuangan pun akan minim dampaknya.

Kejar Investasi Via Klasterisasi:  Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) bakal menjadi senjata utama pemerintah dalam mengejar target investasi di sektor manufaktur yang berkisar Rp600 triliun—Rp800 triliun per tahun hingga 2024

Pr Besar Selamatkan Produk Ri:  Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk membebaskan sederet produk nasional dari  34 penyelidikan trade remedies di luar negeri pada tahun ini. Kasus tersebut mencakup 16 penyelidikan antidumping, 6 antisubsidi, dan 12 tuduhan safeguard.

Cuan Dari Petani Melek Teknologi:  Peluang perusahaan rintisan untuk memperoleh keuntungan sektor pertanian sangat besar, tetapi belum banyak pemain yang mau terjun menggarap hulu atau langsung ke petani.

Sikasep & Sikumbang Harus Dibenahi:  Kalangan pengembang menyambut lega insentif berupa subsidi selisih bunga untuk hunian bersubsidi sebesar Rp1,5 triliun yang 2 hari lalu diumumkan pemerintah, tetapi perlu pembenahan terhadap aplikasi SiKasep dan SiKumbang untuk merealisasikannya.

Aki: Relaksasi Patut Dipertimbangkan:  Asosiasi Kontraktor Indonesia mengusulkan supaya ada relaksasi terhadap proyek-proyek infrastruktur yang terdampak akibat penyebaran virus corona sehingga mengganggu penyelesaian proyek.

Operator Pelabuhan Pilih Fokus Ke Domestik:  Operator pelabuhan nasional mulai mengalihkan perhatian pada layanan kapal antarpulau untuk mengompensasi penurunan pengapalan ocean going sebagai imbas merebaknya virus corona.

Konversi Pembangkit Kian Dekat:  Upaya pemerintah mengoptimalkan penggunaan gas dalam negeri untuk pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tinggal selangkah lagi.

Mobil Sedan Masih Menawan:  Meski kinerja penjualannya makin ngos-ngosan, mobil tipe sedan masih menawan di pasar Indonesia. Terlebih, model kendaraan penumpang ini segera terbebas dari beban perpajakan yang lebih berat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

headlines bisnis indonesia umrah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top