Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tambahan Kuota Rumah Subsidi Masih Digodok

Meskipun Kementerian Keuangan sudah melansir bakal menyiapkan subsidi selisih bunga sebanyak Rp1,5 triliun, aturan teknis masih digodok oleh Kementerian PUPR.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  18:12 WIB
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang tengah menantikan tambahan kuota rumah subsidi yang baru saja dijanjikan oleh Kementerian Keuangan dengan dana senilai Rp1,5 triliun. Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut aturan penambahan kuota masih digodok.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menuturkan rencana penambahan kuota rumah bersubsidi masih dalam tahap pembahasan di Kementerian PUPR.

“Ini baru dalam pembahasan di Rapat Terbatas kemarin, jadi angkanya juga belum bisa dipastikan. Kita tunggu rapat teknisnya selesai,” ungkapnya singkat kepada Bisnis.com, Rabu (26/2/2020).

Sebelumnya, berdasarkan catatan Bisnis Kementerian Keuangan telah bersedia menggelontorkan tambahan anggaran untuk rumah subsidi melalui subsidi bunga atau SSB tapi dengan tenor 10 tahun. Total dana yang disiapkan untuk subsisi selisih bunga mencapai Rp1,5 triliun.

Jumlah tersebut diperkirakan bisa menambah kuota rumah subsidi sebanyak 230.000-an unit dari anggaran awal dan menjadikan total anggaran rumah subsidi tahun ini tersedia sebanyak 300.000-an unit.

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan bahwa langkah pemerintah tersebut bisa menjadi stimulus untuk kembali memacu pasar properti di Indonesia.

“Ini pasti ada hasil positifnya, tapi nanti kita lihat dampaknya. 2020 ini kan harusnya lebih baik pasarnya karena [pasar] sudah tidak lagi wait and see,” ujarnya.

Harapannya, imbuh Bambang, dengan lebih banyak kuota yang digelontorkan, bisa membantu menurunkan angka backlog atau kebutuhan perumahan seperti yang tengah diperjuangkan oleh Perumnas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top