Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kadin: Dampak Brexit ke Perdagangan Indonesia Sudah Diantisipasi

Risiko Inggris tidak bisa lagi menjadi penghubung Indonesia ke Eropa telah diantisipasi dengan pembukaan kantor perwakilan di sejumlah negara lain.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  18:03 WIB
Kadin: Dampak Brexit ke Perdagangan Indonesia Sudah Diantisipasi
Ilustrasi brexit - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Memanasnya hubungan dagang antara Inggris dan Uni Eropa pascaBrexit ternyata berdampak pada Indonesia.

Pasalnya, Britania Raya merupakan pusat perdagangan dan finansial di Benua Biru.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri Shinta Kamdani mengakui hal itu, meskipun dampak dari Brexit terhadap perdagangan Indonesia telah diantisipasi oleh pelaku usaha sebelumnya.

Dia mengungkapkan beberapa pelaku usaha di Indonesia masih menjadikan Inggris sebagai pusat perdagangan atau perluasan pasar ke Eropa.

Industri furnitur dan makanan minuman, misalnya, memiliki volume perdagangan cukup besar ke Inggris sehingga negara itu dijadikan pintu masuk ke pasar Eropa.

Namun, sejak proses Brexit berjalan, risiko Inggris tidak bisa lagi menjadi penghubung Indonesia ke Eropa telah diantisipasi dengan pembukaan kantor perwakilan di sejumlah negara lain.

"Beberapa pelaku usaha juga sudah membuka kantor perwakilan lain di salah satu negara EU, seperti Belanda, Belgia, Perancis, Jerman atau Spanyol," katanya kepada Bisnis, Selasa (18/2/2020).

Data ekspor-impor Indonesia dan Inggris menunjukkan, nilai perdagangan kedua negara menyusut 10,65 persen secara year-on-year (yoy) pada 2019. Nilainya turun dari US$2,67 miliar pada 2018 menjadi US$2,39 miliar pada tahun lalu.

Meski neraca perdagangan menunjukkan kondisi surplus sebesar US$296,42 juta pada 2019, trennya menurun dari tahun ke tahun sejak 2014.

Shinta melanjutkan pembukaan kantor perwakilan di luar Inggris bukan hanya karena proyeksi Brexit, tetapi juga adanya pertimbangan perbedaan standar pasar antara Inggris dan UE.

Upaya tersebut, lanjutnya, diharapkan akan mengurangi dampak negatif Brexit dan ketidakpastian hubungan dagang Inggris dan Uni Eropa di masa depan. 

Neraca perdagangan Indonesia-Inggris 2014-2019 (ribu US$)

Tahun

Ekspor

Impor

Total Perdagangan

Neraca Perdagangan

2014

1.658.606,6

894.756,0

2.553.362,7

763.850,6

2015

1.527.086,0

818.883,1

2.345.969,1

708.202,9

2016

1.590.380,4

893.835,4

2.484.215,9

696.545,0

2017

1.406.066,3

1.049.579,5        

2.455.645,8

356.486,9

2018

1.465.268,7

1.212.526,4

2.677.795,1

252.742,2

2019

1.344.472,3

1.048.050,8

2.392.523,1

296.421,5

Sumber: Kementerian Perdagangan RI 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin Brexit
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top