Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Ingin Ubah UU Pakai PP

jika Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan, pemerintah bisa secara sepihak mengotak-atik UU yang direvisi lewat Omnibus Law UU Cipta Kerja ataupun UU lain yang belum tersentuh oleh Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  13:34 WIB
Buruh pabrik garmen berjalan keluar pabrik di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/2/2017). - Antara/Yulius Satria Wijaya
Buruh pabrik garmen berjalan keluar pabrik di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/2/2017). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – Rancangan Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja mengusulkan agar pemerintah bisa mengubah ketentuan UU Cipta Kerja ataupun UU lain lewat Peraturan Pemerintah (PP).

Hal ini tertuang dalam Pasal 170 dari draf Omnibus Law UU Cipta Kerja yang diterima oleh Bisnis.

Dikutip dari draf tersebut, Pasal 170 ayat 1 berbunyi : "Dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), berdasarkan Undang-Undang ini Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang ini dan/atau mengubah ketentuan dalam Undang-Undang yang tidak diubah dalam Undang-Undang ini."

Dengan demikian, jika Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan, pemerintah bisa secara sepihak mengotak-atik UU yang direvisi lewat Omnibus Law UU Cipta Kerja ataupun UU lain yang belum tersentuh oleh Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Pada ayat 2, tertulis bahwa perubahan ketentuan seperti yang dimaksud pada ayat 1 diatur dengan PP.

Dalam ayat selanjutnya, disebutkan dalam rangka menetapkan PP tersebut pemerintah dapat berkonsultasi pimpinan DPR RI.

Sayangnya, pemerintah tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait maksud dari Pasal 170 dalam ayat penjelas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

omnibus law
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top