Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR: Hindari Spekulasi Harga, Lakukan Tender Terbuka Impor Bawang Putih

Selama ini impor atas komoditas itu dipermainkan para pedagang sehingga pemerintah tidak berdaya untuk mengatasinya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  19:33 WIB
Forum Legislasi bertajuk
Forum Legislasi bertajuk "Harga Bawang Putih Meroket, Siapa yang Bertanggung Jawab?" menghadirkan nara sumber Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo (kiri), Wakil Ketua Komisi IV DPR, Deddy Mulyadi (tengah) dan Direktur Perbenihan Hortikultura, Kementan, Sukarman di Gedung DPR, Kamis (13/2/2020). JIBI - Bisnis/John Andi Oktaveri

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Deddy Mulyadi mengusulkan agar impor bawang putih dilakukan melalui mekanisme tender terbuka, sehingga mempersempit ruang gerak mafia impor.

Menurutnya, selama ini impor atas komoditas itu dipermainkan para pedagang sehingga pemerintah tidak berdaya untuk mengatasinya. Para pedagang sengaja menimbun stok komoditas dengan tujuan menaikkan harga.

“Saya mengusulkan impor bawang putih ditender saja karena aktivitas para spekulan model begini yang selama ini merusak tatanan bernegara kita,” katanya dalam diskusi Forum Legislasi bertajuk “Harga Bawang Putih Meroket, Siapa yang Bertanggung Jawab?”.

Selain Deddy Mulyadi, turut jadi nara sumber pada dikusi itu Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo dan Direktur Perbenihan Hortikultura, Kementan, Sukarman.

Deddy menambahkan bahwa melalui tender terbuka, masyarakat akan bisa mendapatkan harga terendah karena para importir harus bersaing dalam memberikan harga terbaik. Menurutnya, permainan importir dibalik melonjaknya harga bawang putih di pasaran membuat data impor dan data stok kacau.

"Jujur-jujuran saja, bahwa bawang putih masih ada sekitar 130.000 ton di gudang- gudang para importir tahun yang lalu. Tinggal satgas pangan sekarang operasi di seluruh daerah, kabupaten kota," kata Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Karena itu, Deddy meminta agar impor bawang putih dihentikan dulu karena stok masih cukup setidaknya untuk tiga bulan ke depan.

"Kenapa para pengusaha ingin membangun spekulasi harga, karena dia dapat untung gede lewat impor," ujarnya.

Dalam kondisi demikian, dia meminta Kementerian Pertanian, melalui Dirjen Hortikultura melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk aparat sehingga stok bawang putih yang ditahan dapat ditelusuri.

Deddy berpendapat, kelangkaan komoditas bawang putih ini sengaja diciptakan dengan mempermainkan supply and demand. Sementara itu, Sudaryatmo mengatakan perlu digagas kerjasama dengan luar negeri untuk meningkatkan produksi bawang putih.

Dia mencontohkan dengan menyewa lahan di luar negeri untuk penanaman bawang putih maka ketersediaan pasokan bawang putih lebih terjamin. Hanya saja lobi tersebut harus dilakukan pemerintah melalui hubungan bilateral, ujar Sudaryatmo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr ylki Bawang Putih
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top