Kemenkop Fokus Pendampingan UMKM Skala Menengah Untuk Pacu Ekspor

Usaha menengah yang dimaksud merupakan usaha beromzet Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar dengan aset lebih dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  20:11 WIB
Kemenkop Fokus Pendampingan UMKM Skala Menengah Untuk Pacu Ekspor
Perajin menyelesaikan pembuatan batik di Desa Klampar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (27/3/2019). - ANTARA/Saiful Bahri

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bakal memfokuskan pendampingan pada usaha skala menengah untuk naik kelas agar dapat melakukan perluasan pasar ke pangsa ekspor.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit dalam acara IDX Economic Forum bertema Roadmap UMKM 2020-2024 di Jakarta, Rabu (12/2/2020), mengatakan bahwa dijadikannya usaha skala menengah sebagai sasaran strategis tak lepas dari sifat bisnis dengan kesiapan finansial dan sumber daya manusia yang mumpuni.

"Kita lihat bahwa kontribusi usaha menengah pada total ekspor UKM mencapai 10,83 persen. Inilah yang perlu kita dorong karena dengan anggaran pemerintah yang terbatas tidak mungkin bisa mendorong 63 juta UKM yang ada untuk naik kelas," kata Victoria, Rabu (12/2/2020).

Usaha menengah yang dimaksud merupakan usaha beromzet Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar dengan aset lebih dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar.

Dia mengatakan pihaknya akan menerapkan strategi “high touch” untuk skala usaha menengah. Di antaranya dengan mendorong penetrasi pasar yang bakal bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.dan Kementerian Perdagangan.

"Kami akan memperkuat marketing agent. Mempersiapkan, mencari pasar-pasar potensial, pasar yang memang siap untuk kita masuki. Kriterianya usaha seperti apa? Yakni yang produknya punya sumber bahan baku yg cukup besar di negara kita, sehingga pendekatan kami adalah pendekatan klaster," terangnya.

Pada kesempatan yang sama SVP Micro Development & Agent Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Zedo Faly mengatakan dukungan sektor perbankan terhadap UMKM telah semakin besar dari sisi akses permodalan, insentif bunga kredit, bahkan hingga perlakuan khusus atau insentif dalam hal proses persetujuan pengajuan kredit.

"Perbankan semakin memandang bahwa UMKM merupakan segmen pasar yang kian prospketif," kata Zedo.

Ketua UKM IKM Apindo Ronald Walla mengatakan selama ini para pelaku UMKM telah melakukan berbagai upaya agar bisa bertahan dan bersaing di pasar dalam negeri di tengah disrupsi digital dan dinamika revolusi industri 4.0.

Dia pun menambahkan bahwa tantangan pengembangan UMKM di Tanah Air terletak pada tak meratanya kualitas dan kemampuan finansial pada bisnis yang berbasis di Jawa dengan pulau lainnya. Menurutnya, pengembangan berkelanjutan ke depannya bakal amat bertumpu pada dukungan finansial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, umkm

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top