Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MFP4 Fokus Pengembangan Bisnis Kehutanan Legal Lestari

Pada periode ke empat ini MPF4 fokus pada pertubuhan produksi kayu olahan legal dan pertumbuhan bisnis hutan berbasis masyarakat.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  17:44 WIB
/Bisnis
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kerja sama The Multistakeholder Forestry Programme Phase 4 (MFP4) antara Inggris dan Indonesia saat ini memasuki fase keempat pada periode 2018-2021.

Pada periode ke empat ini MPF4 fokus pada pertubuhan produksi kayu olahan legal dan pertumbuhan bisnis hutan berbasis masyarakat.

Tri Nugroho, Direktur The Multistakeholder Forestry Programme Phase 4 (MFP4 Team Leader) mengatakan, program MFP telah berjalan sejak 2000 atau MFP1 hingga saat ini yang memaski fase keempat. Fokus kerja tiap periode berbeda-beda tergantung pada situasi yang industri kehutanan di Indonesia.

"Pada fase 4 kami punya dua mandat utama yakni pertumbuhan produksi kayu olahan legal, lestari dan pertumbuhan dalam bisnis hutan berbasis masyarakat," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Tri menjelaskan untuk meningkatkan produksi kayu olahan legal dan lestasi, MFP4 telah meyiapkan sejumlah langkah strategis seperti memastikan efektifitas dan keberlanjutan SVLK (sistem verifikasi legalitas kayu) yang mendukung kerangka FLEGT untuk meningkatkan kepercayaan antara pembeli internasional dan pensuplay domestik.

Salah satu caranya ialah menjajaki kerja sama dengan Ghana untuk menyasar pasar Uni Eropa. Ghana juga merupakan salah satu eksportir kayu yang tengah berjuang untuk meningkatkan legalistas kayu. Selain itu, menjalin kerja sama dengan China sebagai salah satu pembeli terbesar produk kayu Indonesia.

"Untuk bisnis hutan berbasis masyarakat saat ini lebih dari 3,5 juta ha hutan legal yang dimiliki petani. Mereka harus mengola dan dijual ke pasar. Ada masalah ada pasokan tidak ada pasar. Jadi kami mencoba mendekati dari pasar dulu supaya nyambung ke produk yang dihasilkan," paparnya.

Adapun, MFP pertama dirintis pada 2000 di mana fase pertama ialah pada 2000-2006. Pada fase ini fokus utama pada pengentasan kemiskinan dengan penekanan pada pengembangan hasil hutan.

Program tersebut kemudian berlanjut pada MFP 2 pada 2007-2014 yang fokus pada pengembangan SVLK, memerangi pembalakan liar hingga meningkatkan negosiasi dengan Uni Eropa melalui FLEG-VPA.

MFP3 fokus pada penerapa SVLK di seluruh Indonesia dengan sasaran mengurangi deforestsi hutan di Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kehutanan kayu svlk
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top