Ini Respons Grab Terhadap Insiden Penumpangnya yang Nyaris Diculik

Grab Indonesia mengklaim telah menangani secara langsung insiden ancaman penculikan yang dialami oleh pelanggannya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  09:46 WIB
Ini Respons Grab Terhadap Insiden Penumpangnya yang Nyaris Diculik
Logo Grab Taxi - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen Grab Indonesia menyatakan telah menangani langsung insiden pelanggannya yang nyaris diculik oleh pengemudi mitra perusahaan pada Sabtu (8/2/2020).

Deputy Director of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy mengharapkan insiden tersebut tidak menimbulkan kecemasan publik lebih lanjut. Insiden tersebut, lanjutnya, sudah ditangani langsung oleh satgas Grab.

"Saat tombol darurat itu diaktifkan, sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang," jelasnya, Selasa (11/2/2020).

Tirza menyebutkan dengan mengembangkan tombol darurat di platform Grab yang diharapkan dapat memberikan keamanan maksimal bagi pelanggannya.

Menurutnya, keselamatan dan keamanan penumpang dan pengemudi merupakan prioritas utama Grab. Oleh karena itu, sejak Oktober 2018, manajemen telah meluncurkan Roadmap Teknologi Keselamatan, yang berisi serangkaian inisiatif dan fitur keselamatan dan keamanan dari Grab.  

Roadmap ini, sebutnya, juga meliputi berbagai inisiatif dan fitur-fitur keselamatan yang terus diperbarui untuk memastikan bahwa setiap perjalanan bersama Grab bersifat aman dan nyaman. 

"Kami memiliki tim yang difokuskan untuk dapat menangani kebutuhan-kebutuhan terkait hal ini," tekannya.

Selanjutnya, aplikator transportasi daring tersebut juga ingin mengembangkan inovasi teknologi yang dapat membantu kehidupan sehari-hari baik bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant dengan aman dan nyaman.

Seperti diketahui, pengalaman hampir diculik dialami oleh korban berinisial “T” Sabtu (8/2/2020) siang, saat akan berkunjung ke ICE BSD, Tangerang. Dalam peristiwa ini T memesan layanan transportasi daring tersebut dari indekosnya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

"Jalan dari kosan ke arah kantor gua tuh harusnya putar balik dan dia malah lurus," tulis T dalam instastory-nya yang kemudian viral di media sosial.

Tian mengatakan hal ini menjadi awal kecurigaannya terhadap sopir taksi online itu. Dia lalu mencoba memberi tahu sopir bahwa jalan menuju kantornya itu salah, namun sang sopir ngotot lewat jalan tersebut dengan alasan mengikuti panduan Google Maps

Tian makin khawatir saat mobil justru membawanya menjauh dari ICE BSD dan memasuki tol menuju Merak, Banten. Dia pun segera meminta sopir memutar balik tapi sopir ngotot lewat jalur tersebut dengan alasan mengikuti tol. 

Di tengah kepanikannya, Tian kemudian memberi kabar ke pacarnya soal gerak-gerik mencurigakan sopir. Dia kemudian menelepon layanan Grab Center melalui panic button di aplikasi. 

Dengan suara yang diperkeras, Tian bercerita kepada operator bahwa sedang menjadi percobaan penculikan oleh sopir. Operator kemudian mengatakan telah melacak keberadaan Tian dan akan segera mengirimkan bantuan terdekat. Mendengar hal itu, pelaku panik dan segera menurunkannya di pinggir jalan Tol Merak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penculikan, grab indonesia

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top