Pembangunan Proyek Bendungan Terganjal Pembebasan Lahan

Proses pembebasan lahan masih menjadi persoalan utama yang menghambat upaya percepatan pembangunan proyek bendungan.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  22:54 WIB
Pembangunan Proyek Bendungan Terganjal Pembebasan Lahan
Pekerja menggunakan alat berat menyelesaikan pembangunan Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur bendungan masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah masalah pembebasan lahan.   

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bambang Hidayah mengatakan tantangan yang dihadapi yaitu kendala proses pembebasan lahan yang lama.

"Dalam dua tahun pertama waktu lebih banyak mengurus proses pembebasan lahan. [Kemudian] tantangannya tentu kondisi iklim atau cuaca yang sulit diprediksi," kata Bambang kepada Bisnis, Senin (10/2/2020). 

Seperti diketahui, dalam rencana tahun anggaran 2020-2024 Kementerian PUPR menargetkan program pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) atau bendungan dengan 36 bendungan selesai dan indikasi 20 bendungan baru dalam kurun waktu 2020-2024.  

Bambang mengungkapkan untuk BBWS Ciliwung Cisadane ada dua bendungan yang ditargetkan bisa rampung pada tahun ini yang terletak di Kabupaten Bogor. 

"Untuk BBWS Ciliwung Cisadane ada dua, yaitu Bendungan Ciawi dan Sukamahi," ujarnya.  

Untuk diketahui, kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT. Sacna. 

Pembangunannya telah mulai pada 2 Desember 2016 dijadwalkan selesai awal 2021. Meskipun demikian, konstruksinya ditargetkan dapat selesai lebih cepat pada akhir tahun 2020. Untuk dananya, bendungan Ciawi dibangun dengan biaya sebesar Rp798,7 miliar. 

"Progres pembebasan lahan sebesar 92 persendengan lahan yang telah dibebaskan seluas 66.10 Hektare (Ha) sebanyak 862 bidang dari total kebutuhan lahan seluas 78.35 Ha sebanyak 935 bidang. Sedangkan sisanya untuk lahan yang belum bebas akan dituntaskan pada akhir Maret 2020," jelasnya.

Adapun, pembangunan Bendungan Ciawi merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir Ibu Kota Jakarta yang dilakukan secara bertahap sebagai bentuk komitmen Pemerintah Pusat untuk mengendalikan banjir mulai dari hulu hingga di hilir. 

Bendungan Ciawi nantinya memiliki volume tampung total sebesar 6,05 juta meter kubik dan akan bermanfaat dalam mereduksi banjir bagian hulu hingga 30 persen yakni sebesar 111,75 meter kubik per detik.

Saat ini tahapan konstruksi sudah memasuki pekerjaan utama pembangunan tubuh bendungan, untuk perkembangan konstruksi Bendungan Ciawi sudah mencapai 45 persen.  

Sementara itu, untuk Bendungan Sukamahi progres pembebasan lahan sebesar 90,31 persen dengan progres konstruksi 37 persen. Selain itu, Bendungan Sukamahi memiliki volume tampung total sebesar 6,05 juta meter kubik yang akan mereduksi banjir sebesar 15,47 meter kubik per detik dengan biaya sebesar Rp453,66 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, pembebasan lahan, bendungan

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top