Pemeliharaan dan Pengoperasian Jalan Butuh Biaya Besar

Badan Pengatur Jalan Tol, BPJT, mengungkapkan dibutuhkan dana triliunan rupiah dalam memelihara jalan yang ada. Di sisi lain, untuk membuka jaringan jalan baru butuh dana yang besar.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  17:03 WIB
Pemeliharaan dan Pengoperasian Jalan Butuh Biaya Besar
Pembangunan jalan akses sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. - Istimewa/Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol, BPJT, mengungkapkan dibutuhkan dana triliunan rupiah dalam memelihara jalan yang ada. Di sisi lain, untuk membuka jaringan jalan baru butuh dana yang besar. 

Anggota BPJT Unsur Kementerian PUPR Agita Widjajanto mengatakan Bina Marga memiliki tugas untuk membangun, mengoperasikan, dan membangun jaringan jalan nasional.

Adapun saat ini panjang jalan nasional sekitar 47 ribu lebih butuh dana sekitar Rp60 triliun per tahun hanya untuk memelihara jaringan jalan yang ada.

"[Ini] belum bicara pembangunan jaringan jalan baru, namun saat ini negara hanya mampu mendanai berkisar Rp40 hingga Rp43 triliun per tahun," katanya kepada Bisnis, Sabtu (8/2/2020). 

Oleh karena itu, katanya, pemerintah menggaet pihak swasta untuk membangun tol. Hal tersebut, ujarnya, karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dari sisi peningkatan infrastruktur.  

Sementara itu, katanya, rasio jalan yang dimiliki per luas wilayah masih sangat kecil, meskipun di daerah Jabodetabek, rasio jalan belum sampai 12 persen seperti Singapura.

"Berarti kalau mau tumbuh ekonominya rasio tersebut harus ditambah. Gimana cara nambah kalau kita tidak punya uang, ya mengajak pihak swasta dengan bangun tol," kata Agita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top