Hilirasi Produk Unggulan, Menristek Usulkan Drone Hingga Garam

Kementerian Riset dan Teknologi mengusulkan 6 prouduk dalam hilirisasi produk unggulan kepada Presiden Jokowi. Drone untuk kebutuhan militer hingga makanan kaleng  dan garam masuk dalam daftar. 
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  20:03 WIB
Hilirasi Produk Unggulan, Menristek Usulkan Drone Hingga Garam
Bambang Brodjonegoro - ANTARA/R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Riset dan Teknologi mengusulkan 6 prouduk dalam hilirisasi produk unggulan kepada Presiden Jokowi. Drone untuk kebutuhan militer hingga makanan kaleng  dan garam masuk dalam daftar. 

Menristek Bambang Brodjonegoro menyampaikan Presiden hendak memberikan fokus kepada beberapa produk inovasi dalam negeri. Seluruhnya telah diperlihatkan kepada Presiden saat Rapat Koordinasi Riset dan Teknologi pekan lalu.

“Pertama drone untuk keperluan militer,” kata Bambang di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Drone tersebut nantinya akan diproduksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Len Industri (Persero). Pesawat tanpa awak ini akan digunakan untuk menjaga keamanan dalam negeri, terutama di perbatasan. 

Kedua, bahan bakar nabati. Produk ini nantinya akan berbeda dengan program B20, karena menggunakan mayoritas bahan baku dari inti sawit dan katalis. Produk ini bisa menghasilkan bensin, diesel, hingga avtur.

"Timeline-nya kalau enggak salah mulai 2022 sudah produksi skala besar. Yang inti sawit. Jadi bensinnya sudah bisa skala besar mulai 2022," kata Bambang.

Ketiga, stem cell untuk pengobatan patah tulang. Produk ini sudah terbukti bisa menyembuhkan secara instan korban patah tulang hingga kembali normal, meskipun tidak dalam waktu singkat.

Keempat, garam industri terintegrasi. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan mendesain suatu mesin produksi yang bisa mengubah garam petani menjadi garam untuk kebutuhan industri. 

"Sudah ada pabrik pilot project (proyek percontohan] di Gresik dan Presiden menugaskan agar pabrik ini diperbanyak di daerah lain terutama yang banyak petani garamnya sehingga nasib mereka jadi lebih baik," jelasnya.

Selanjutnya atau kelima, makanan kaleng. Saat ini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengembangkan teknologi tanpa kimia untuk mengembangkan makanan khas Tanah Air dalam bentuk kaleng. 

"Selama ini hanya satu jenis. Sarden atau kornet isinya hanya ikan saja atau daging saja. Kita dorong UKM bisa mengembangkan makanan lokal dalam bentuk kaleng," jelas Bambang.

Terakhir, atau keenam, kapal datar. Kapal ini nantinya bisa digunakan oleh para nelayan dengan harga terjangkau. Proses pembuatan kapal ini pun hanya memakan waktu 60 hari, dan sudah teruji dapat dipakai untuk transportasi antarpulau menghadapi gelombang tinggi. 

Size lebih besar dan harganya lebih murah 30 persen dan dibuat lebih cepat,” jelas Bambang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hilirisasi, produk unggulan

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top