Ini Negara Asal Produk Impor yang Disasar RI Guna Gantikan China

Wabah virus corona telah menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Indonesia, terutama terkait kemungkinannya terbawa melalui produk yang diimpor dari China. RI pun tengah menyiapkan negara alternatif asal impor pengganti China.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  17:56 WIB
Ini Negara Asal Produk Impor yang Disasar RI Guna Gantikan China
Pedagang membersihkan bawang putih di salah satu pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/5/2019). - ANTARA/Arnas Padda

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah menyiapkan negara alternatif asal produk impor, salah satunya bawang putih, setelah impor dari China disetop pascamerebaknya virus corona.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan penghentian importasi produk pangan, salah satunya bawang, dari China hanya bersifat sementara. Kendati demikian dia tidak menjelaskan sampai kapan penundaan impor dari China akan dilakukan.

"Memang belum terbukti apakah virus bisa menyebar lewat produk-produk ini. Tapi sebagai antisipasi akan diberlakukan sampai situasi mereda. Di China sendiri korban meninggal mencapai ratusan orang, tentu kita tidak ingin dampak virus tersebut sampai ke Indonesia," kata Prihasto, ketika dihubungi Bisnis, Selasa (4/2/2020).

Meskipun demikian, dia menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif hingga  situasi mereda. Salah satunya menyiapkan negara alternatif pemasok bawang putih yang selama ini mayoritas diimpor Indonesia dari China.

Dia mengatakan, negara seperti Mesir dan india bisa menjadi negara alternatif pengganti asal impor bawang putih.

Ketika ditanyai mengenai ketersediaan pasokan, dia memastikan ketersediaan selama Februari sampai Maret bakal terjaga dengan stok yang tersedia saat ini. Potensi produksi dalam negeri pun disebutnya bisa mendukung pasokan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Holtikultura Anton Muslim Arbi mengatakan bahwa penghentian importasi pangan dari China memang berpotensi menimbulkan gejolak di dalam negeri, terutama untuk komoditas bawang putih yang sebagian besar pasokannya berasal dari China.

Meskipun demikian, dia menyatakan importir pun mempertimbangkan aspek keamanan pemasukan bawang putih.

"Memang potensi gejolak harga nantinya bakal akan sangat tinggi. Tetapi sejak awal tahun pun pemerintah belum mengeluarkan rekomendasi impor produk hortikultura, terutama bawang putih dari China. Jadi sejak awal tahun tidak ada impor bawang putih," kata Anton kepada Bisnis, Selasa (4/2/2020).

Menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2019 impor bawang putih dari China tercatat menjadi pemasok tunggal bawang putih ke Indonesia dengan volume 465.344 ton. Jumlah ini lebih sedikit dibanding realisasi impor bawang putih asal China pada 2018 yang mencapai 580.845 ton.

Selain China, pasokan bawang putih sepanjang 2018 pun turut disumbang oleh Taiwan dengan volume 1.684 ton, India 464 ton, Singapura 36 kilogram, dan Malaysia 14 kilogram.

Anton menyatakan hampir tak ada negara lain yang bisa memasok bawang putih dalam volume yang memenuhi kebutuhan Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan hampir 100 persen impor berasal dari Negeri Panda.

Sementara untuk impor produk hortikultura lainnya, Anton menyatakan komoditas yang berpotensi terhambat pasokannya dari China adalah jeruk dan apel. Untuk apel, dia menyatakan Indonesia bisa memperoleh pasokan alternatif dari Australia dan Amerika Serikat. Di sisi lain, dia menyebutkan dibatasinya pemasukan produk buah-buahan dari China bisa menjadi momentum untuk peningkatan buah produksi dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
impor, china, Bawang Putih, virus corona

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top