Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Besar Belum Tertarik Konsep Co-living, Ini Alasannya

Konsep hunian bersama atau co-living diprediksi bakal jadi tren. Namun, pengembang besar nampaknya masih belum menunjukkan minatnya untuk mengembangkan properti dengan konsep tersebut.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  14:55 WIB
ilustrasi penghuni coliving - istimewa
ilustrasi penghuni coliving - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Konsep hunian bersama atau co-living diprediksi bakal jadi tren. Namun, pengembang besar nampaknya masih belum menunjukkan minatnya untuk mengembangkan properti dengan konsep tersebut.

Hal itu seperti yang disampaikan Direktur PT Ciputra Development Harun Hajadi yang mengatakan bahwa sebenarnya konsep hunian bersama sudah diaplikasikan di Indonesia sejak lama. Hanya saja ada hal-hal berbeda yang ditawarkan pada hunian berkonsep tersebut.

"Menurut saya co-living itu sebenarnya sama saja dengan indekos , hanya saja konsepnya dibuat lebih baik yaitu banyak fungsi bersama seperti ruang berkumpul dan ruang makan bersama," ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (30/1/2020). 

Untuk minat membangun dengan konsep co-living, Harun mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memiliki rencana tersebut. Dia juga menegaskan bahwa tak ada kendala untuk mulai mengembangkan konsep tersebut, hanya saja memang belum menjadi prioritas.

"Konsep co-living yang berbagi tidak hanya kamar tidur, tetapi yang lainnya juga. Belum lagi kisaran harganya juga harus dipikirkan, dan perlu ada banyak pertimbangan untuk mulai mengembangkan itu," imbuhnya. 

Meskipun demikian, Harun menyatakan tidak menutup kemungkinan bagi Ciputra untuk bekerja sama dengan penyedia ruang bersama lainnya seperti co-working space. Pasalnya, permintaan co-working space sudah mulai menguat sehingga perlu juga untuk mengadakan portofolio di sektor tersebut. 

"Kita ada menyewakan ke co-working space, karena keberadaannya memang bisa menambah okupansi, tetapi umumnya mereka menyewanya murah dan maunya jangka panjang," katanya. 

Hal-hal itulah yang akhirnya membuat kedua konsep tersebut yaitu co-living dan co-working space tak menjadi prioritas utama dan tidak begitu disambut oleh pengembang besar meski sudah mulai menjadi tren.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra properti Rumah Tinggal coliving
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top