Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! Investasi China Melesat di Indonesia, Sikut Posisi Jepang

Realisasi investasi China ke Indonesia pada 2019 melesat. Negeri Panda yang tengah dirundung virus Corona itu, pada 2019 menggandakan nilai investasinya menjadi US$4,7 miliar dari tahun sebelumnya sebesar US$2,4 miliar.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  12:04 WIB
China - Reuters
China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi investasi China ke Indonesia pada 2019 melesat. Negeri Panda yang tengah dirundung virus Corona itu, pada 2019 menggandakan nilai investasinya menjadi US$4,7 miliar dari tahun sebelumnya sebesar US$2,4 miliar.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang dirilis hari ini, Rabu (29/11/2020),  investasi China berada diurutan kedua terbesar. China menggusur posisi Jepang yang  pada 2018 berada diurutan kedua dengan nilai investasi sebesar US$4,95 miliar. Investasi Jepang pada 2019 turun menjadi US$4,31 miliar.

Tahun lalu, investasi asing terbesar masih dipegang oleh Singapura sebesar US$6,5 miliar. Namun, investasi Negeri Jiran ini tercatat merosot dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$9,19 miliar.

Singapura berkontribusi terhadap investasi asing sebesar 23,1 persen. Adapun, China sebesar 16,8 persen dan Jepang 15,3 persen.  Berikut ini daftar investasi asing terbesar dari lima negara:

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menuturkan realisasi investasi China meningkat tajam karena negara tersebut sangat agresif.

Padahal, dia mengaku investasi yang ditawarkan ke China sama dengan seperti yang ditawarkan kepada negara lain.

"China lebih agresif, buktinya hampir 100% pertumbuhannya," ujar Bahlil, Rabu (29/1/2020).

Selain itu, China berani masuk ke sektor padat modal, seperti infrastruktur dan manufaktur.
Menurut Bahlil, kajian kelayakan (feasibility study) China lebih cepat dibandingkan Jepang.

"China ini, antara feasibility study dan intuisinya berimbang. Kalau Jepang terlalu banyak feasibility study-nya, kajiannya bisa tiga sampai empat tahun," ungkap Bahlil.

Bahlil menilai karakter ini merupakan preferensi masing-masing negara. Meskipun kajian lambat, Jepang sangat berkomitmen dalam realisasi investasi. "Jepang setelah feasibility study pasti jalan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi asing investasi china Investasi Jepang
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top