Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pebisnis Logistik Minta Peningkatan Kualitas Pelayanan Jalan Tol

Pengguna jalan tol yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) meminta penyesuaian tarif tol yang akan diberlakukan pada 2020 dapat disertai peningkatan layanan.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  21:01 WIB
Sejumlah truk melintas di ruas tol Jakarta-Tangerang - Antara/Fauzan
Sejumlah truk melintas di ruas tol Jakarta-Tangerang - Antara/Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengguna jalan tol yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) meminta penyesuaian tarif tol yang akan diberlakukan pada 2020 dapat disertai peningkatan layanan.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan pihaknya menyambut positif jika penyesuaian tarif bagi angkutan logistik mengalami penurunan. Namun pihaknya juga meminta adanya peningkatan layanan dengan tarif tol yang disesuaikan.

“Itu bagus, sesuatu yang baik perlu kita dukung, sesuatu yang perlu kita berikan masukan. Tapi kami ingin tol ini jalur bebas hambatan, jangan macet. Kualitas menjadi perlu, tapi kalau namanya jalan tol sudah bayar, macet, itu merugikan semua pihak,” katanya, Rabu (29/1/2020).

Dia menambahkan dengan adanya penyesuain tarif, perlu ada perbaikan pelayanan serta evaluasi yang dilakukan terus menerus. “Pada akhirnya kalau jalan lancar, baik, volumenya meningkat, itu menguntungkan kedua belah pihak.”

Sementara itu, Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman, mengatakan adanya penyederhanaan tarif tol untuk golongan truk disambut positif. Namun, mengenai servis tol perlu ada peningkatan.

“Kalau tarif, kami tidak keberatan karena turun buat kami. Tapi kalau mengenai servis tolnya sendiri, sebenarnya yang ada kenaikan tarif harus disertai servis yang bagus,” ujarnya.

Faktanya di lapangan, katanya, masih ada jalan tol yang berlubang, dan lampu jalan tol yang mati. Oleh karena itu, perlu ada perbaikan dari sisi layanan jalan tol. Terkait kelancaran, katanya, juga perlu terus ditingkatkan apalagi di titik ruas tol yang memang padat seperti Tol Jakarta-Cikampek.

 “Sekarang kemacetan bergeser di tol dalam kota, bottle neck-nya pindah, ini perlu jadi perhatian pemerintah juga,” ujarnya.

 Seperti diketahui, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan ada enam ruas tol yang mengalami penyesuaian tarif baru yang diberlakukan per 31 Januari 2020 dari total 10 ruas tol yang akan mengalami penyesuaian tarif pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol asosiasi logistik dan forwarder indonesia (alfi) alfi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top