Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Cari Sumber Insentif untuk Pemanfaatan Bioetanol

Pemerintah masih mendiskusikan sumber insentif bioetanol 2% (E2) sebelum benar-benar akan diterapkan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  18:04 WIB
Ilustrasi bahan bakar nabati
Ilustrasi bahan bakar nabati

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah masih mendiskusikan sumber insentif bioetanol 2% (E2) sebelum benar-benar akan diterapkan.

Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Andrian Feby Misna mengatakan pemberian insentif lewat subsidi akan memberatkan APBN. Apalagi, saat ini beban subsidi di Indonesia juga cukup berat.

Namun, kendati pabrik di Jawa Timur sudah siap, sejumlah pengujian belum mampu dilakukan karena persoalan harga. Adapun harga bioetanol yang dinilai masih tinggi menjadi kendala dalam penerapan E2 tersebut.

"Masih belum, tapi mereka siap, belum ada insentif, makanya belum jalan. Hanya masalah harga," katanya, dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM, Senin (27/1/2020).

Pemerintah masih mencari sejumlah cara agar ada pemberian insentif pada E2 sehingga harga di masyarakat bisa semakin murah.

"Kita sih berharap secepatnya,” lanjutnya.

Adapun pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) untuk kepentingan domestik ditargetkan mencapai 17,4 juta kiloliter (kl) pada 2024.

Pemanfaatan biofuel tersebut rencananya tidak hanya berasal dari biodiesel saja, tetapi juga bioetanol. Adapun realisasi pemanfaatan biofuel pada 2019 dengan masih diterapkan mandatori biodiesel 20% (B20) adalah sebanyak 6,3 juta kl.

Pada 2020, target pemanfaatan domestik adalah sebanyak 10 juta kl dan akan terus dinaikkan menjadi 10,2 juta kl pada 2021, 14,2 juta kl pada 2022, 14,6 juta kl pada 2023, dan 17,4 juta kl pada 2024.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm Biodiesel
Editor : Lucky Leonard

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top