Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terpapar Antraks, Gunung Kidul Langsung Vaksin 11.616 Ekor Hewan Ternak

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto mengatakan pemberian antibiotik dibagi dalam dua zona, yakni zona merah dan zona kuning.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  08:10 WIB
Bakteri Bacillus anthracis penyebab antraks - wikipedia
Bakteri Bacillus anthracis penyebab antraks - wikipedia

Bisnis.com, GUNUNG KIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan vaksin dan pemberian antibiotik terhadap 11.616 ekor hewan ternak di tiga kecamatan yang terpapar antraks.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto mengatakan pemberian antibiotik dibagi dalam dua zona, yakni zona merah dan zona kuning.

"Saat ini, fokus pemberian vaksin dan pemberian antibiotik di tiga kecamatan yang terpapar antraks supaya tidak meluas," katanya seperti dikutip Antara, Selasa (21/1/2020).

Dia memaparkan zona merah ditetapkan untuk Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, sapi sebanyak 579 ekor, dan kambing 1.458 ekor. Zona kuning Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, antibiotik dan vaksin diberikan terhadap 2.500 ekor sapi dan 2.000 ekor kambing. Kemudian di Desa Dapayu, Kecamatan Semanu, diberikan terhadap 335 ekor sapi, 803 ekor kambing.

Zona kuning berikutnya Desa Semanu, dan Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu. Desa Semanu sebanyak 825 ekor sapi, dan 1.805 ekor kambing. Desa Ngeposari sebanyak 552 ekor sapi, dan 759 ekor kambing.

"Setelah dilakukan pemberian antibiotik dua minggu setelahnya baru diberikan vaksin. Setelah dua puluh hari dari pemberian vaksin, hewan baru boleh keluar dari lokasi endemis," kata Bambang.

Dia menjelaskan pihaknya juga mengajukan anggaran vaksin, obat-obatan, alat pelindung diri, termasuk Komunikasi Informasi Dan Edukasi (KIE). Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pengaturan lalu lintas ternak untuk mencegah hewan di lokasi endemik tidak keluar terlebih dahulu untuk sementara.

"Jadi dari data kami dari data sejak Desember, yang terpapar hanya di Dusun Ngrejek," tegasnya.

Bambang mengatakan DPP juga akan membangun kolam pembersihan yang berisi disinfektan di dua pasar hewan besar, yakni Siyono dan Semanu. Harapannya dengan adanya kolam ini bisa meminimalisir penyebaran bakteri antraks dan penyakit hewan lainnya.

"Kami sedang menyusun anggaran vaksin, nanti diajukan. Termasuk susun kebutuhan anggaran pembangunan kolam pembersihan di pasar hewan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antraks penyakit menular

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top