Survei : Pemimpin Perusahaan Dukung Indonesia Prioritaskan Pengembangan SDM

Survei yang dilakukan oleh Oxford Business Group (OBG) bertajuk Indonesia CEO Survey 2019 mengungkapkan bahwa para pemimpin perusahaan sangat mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  11:50 WIB
Survei : Pemimpin Perusahaan Dukung Indonesia Prioritaskan Pengembangan SDM
Oxford Bussiness Group - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Survei yang dilakukan oleh Oxford Business Group (OBG) bertajuk Indonesia CEO Survey 2019 mengungkapkan bahwa para pemimpin perusahaan sangat mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Survey tersebut juga menunjukkan bahwa adanya kekhawatiran terhadap lingkungan bisnis yang semakin menantang.

Sebagai bagian dari survei mengenai perekonomian dalam negeri, OBG selaku perusahaan riset dan konsultasi global mengundang 100 pemimpin perusahaan (CEO dan setara) dari berbagai sektor industri di Indonesia untuk melakukan wawancara secara tatap muka dan mengukur sentimen bisnis.

Menurut hasil survey, sebanyak 49% responden setuju bahwa pengembangan SDM harus menjadi kebijakan prioritas nomor satu dalam masa jabatan Presiden Jokowi. Lebih lanjut, sebanyak 23% responden menyatakan pentingnya pengembangan infrastruktur dan 14% responden menyatakan pentingnya percepatan pembangunan industri.

Sedangkan terkait sektor apa yang perlu diprioritaskan untuk pengembangan SDM, responden memberikan jawaban beragam. Hal ini mengindikasikan kurangnya pengembangan SDM di sejumlah sektor di Indonesia.  Responden berpendapat bahwa sektor industri (29%) harus diprioritaskan, diikuti oleh sektor lainnya seperti transportasi & logistik (14%), layanan keuangan (14%), pertanian (13%), dan pariwisata (13%).

Para CEO dalam survey ini juga menyadari pentingnya pengembangan keterampilan untuk mempersiapkan tenaga kerja berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Survey mengungkapkan bahwa 40% responden menilai bahwa kepemimpinan adalah keterampilan yang paling penting. Jumlah ini naik dari 32% responden pada survey sebelumnya tahun 2018. Selain kepemimpinan, responden berpendapat bahwa kemampuan IT (29%) dan engineering (13%) juga tak kalah penting.

Presiden Jokowi berencana untuk merombak UU Ketenagakerjaan dalam rangka memperkuat lingkungan bisnis dalam negeri. Para CEO juga semakin berharap adanya reformasi administrasi dalam kepemerintahan Jokowi. Dalam survey tahun ini, jumlah responden yang menilai  bahwa transparansi berbisnis di Indonesia sangat tinggi atau tinggi mencapai 32%, menurun dari 45% pada survey sebelumnya tahun 2018. Jumlah responden yang memberikan penilaian netral justru meningkat dari 21% (2018) menjadi 34% (2019).

Meskipun demikian, sentimen investor cukup positif di mana 68% responden memperkirakan akan melakukan investasi modal dalam jumlah yang signifikan pada tahun mendatang.

Dalam blognya, Patrick Cooke selaku Regional Editor for the Middle East OBG mengatakan, “Meskipun pembangunan infrastruktur mengalami kemajuan pesat selama masa jabatan Presiden Jokowi, pemerintah perlu melakukan reformasi struktural yang signifikan untuk mendukung upaya pengembangan tenaga kerja sehingga mampu memenuhi permintaan industri bernilai tinggi dan merealisasikan impian pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian teratas di dunia pada tahun 2045.

“Selain reformasi kurikulum pendidikan yang cepat dan efektif, perlu adanya investasi yang cukup besar dalam rangka meningkatkan fasilitas pendidikan, termasuk perguruan tinggi dan sekolah kejuruan, dan menciptakan tenaga kerja yang mahir. Hal ini perlu dilakukan agar Indonesia mampu bersaing dalam pasar global yang semakin kompetitif,” ujar Patrick Cooke.

Patrick menambahkan bahwa agenda pengembangan SDM dinilai dapat menciptakan manfaat dalam jangka panjang, namun para responden berharap pemerintah dapat mendorong reformasi untuk meningkatkan iklim usaha dan investasi dengan cepat.

"Masih banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah agar dapat meningkatkan iklim usaha dan menciptakan kondisi yang dapat mendukung produktivitas dan efisiensi. Hal ini dapat dilakukan dengan menyederhanakan birokrasi dan menghilangkan prosedur-prosedur yang menyulitkan yang sering dikeluhkan oleh para investor lokal dan internasional. Meskipun demikian, Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan memiliki prospek yang menjanjikan, di mana pemerintah berambisi untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di seluruh dunia. Sekitar 68% responden bahkan sudah berencana untuk melakukan investasi modal dalam jumlah yang signifikan di tahun mendatang." ujarnya seperti dikutip dari siaran persnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perusahaan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top