Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulawesi Tenggara Dapat Tambahan 3 Pembangkit Berkapasitas 130 MW

Sistem kelistrikan di Sulawesi Tenggara mendapatkan tambahan tiga pembangkit berkapasitas total 130 megawatt (MW) sepanjang 2019.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  18:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sistem kelistrikan di Sulawesi Tenggara mendapatkan tambahan tiga pembangkit berkapasitas total 130 megawatt (MW) sepanjang 2019.

Tiga pembangkit yang berhasil beroperasi, yaitu pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Bau-Bau berkapasitas 30 MW yang beroperasi komersial (commercial operation date/COD) pada November 2019, pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) Rongi 2x0,4 MW COD pada Juli 2019, dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP Kendari 3 Moramo 2x50 MW COD pada Oktober 2019.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Kalimantan PT PLN (Persero) Syamsul Huda mengatakan selain pembangkit, pihaknya juga berhasil menyambungkan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dengan Sulawesi Tenggara melalui jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) dan enam gardu induk.

Jaringan transmisi sepanjang 797 kilometer sirkuit (kms) ini merupakan bagian dari tol listrik Sulawesi Tahap I yang menghubungkan sistem kelistrikan di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Terhubungnya sistem kelistrikan Sulbagsel dengan Sulawesi Tenggara membuat surplus daya sebesar 400 MW di Sulbagsel dapat dialirkan ke Sulawesi Tenggara dan memberikan potensi penghematan hingga Rp 79 miliar per bulan.

“Kelistrikan Sulawesi Tenggara semakin kuat. Kami berharap ini dapat mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dan memberikan akselerasi munculnya industri. Apalagi, smelter akan berkembang di daerah ini, listriknya tentu harus kami siapkan,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (14/1/2020).

Pada 2020, PLN juga terus melakukan pembangunan untuk memperkuat kelistrikan di Sulawesi Tenggara, di antaranya transmisi 150 kV Kendari – Andolo – Kasipute serta Gardu Induk Kolaka Smelter berkapasitas 30 Mega volt ampere (MVA).

Selain itu, melalui program listrik desa (lissa), PLN juga berhasil melistriki 94 desa tersebar di Sulawesi Tenggara dengan membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 310 kms, jaringan tegangan rendah sepanjang 258,8 kms, dan gardu distribusi dengan total kapasitas mencapai 6.150 kVA.

Hingga akhir November 2019, rasio elektrifikasi di Sulawesi Tenggara telah mencapai 91,96%. Rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 100% pada akhir tahun 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pembangkit listrik
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top