Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SKK Migas Siap Bergerak Cepat Pasarkan Gas Domestik

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bakal agresif menjual gas alam cair (LNG) produksi domestik sekaligus menjaga tingkat produksi pada 2020.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  19:02 WIB
Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi
Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bakal agresif menjual gas alam cair (LNG) produksi domestik sekaligus menjaga tingkat produksi pada 2020.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko berharap pengurangan produksi gas (curtailment) tidak terulang pada tahun ini. Salah satu dampak curtailment pada 2019 adalah kinerja produksi siap jual (lifting) tercatat hanya 5.934 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau di bawah target APBN sebesar 7.000 MMscfd.

“Upayakan menghindari curtailment dan diupayakan jual sesegera mungkin,” tuturnya, Senin (13/1/2020).

Adapun tekanan harga LNG dunia menyebabkan produsen LNG nasional mengurangi produksinya.

Sepanjang 2019, SKK Migas berhasil memasarkan 229,1 standar kargo LNG yang tersebar  dengan rincian 168,6 kargo ke pasar ekspor dan 60,5 kargo ke pasar domestik. Adapun pasokan LNG berasal dari kilang Bontang sebanyak 111,7 kargo dan kilang Tangguh sebanyak 117,4 kargo.

Sementara itu, SKK Migas menargetkan produksi LNG sebanyak 211,9 standar kargo, yakni dari Kilang Tangguh 122,3 standar kargo dan Bontang 89,6 standar kargo pada 2020. Target produksi LNG ini lebih rendah dari realisasi produksi ataupun target tahun lalu.

Sebelumnya, target produksi LNG 2019 mencapai 252 standar kargo yang berasal dari Kilang Tangguh sebanyak 120 standar kargo dan Kilang Bontang 132 standar kargo.

Arief menambahkan seluruh volume produksi LNG yang telah direncanakan telah terkontrak atau tidak ada sisa kargo (uncommitted cargo). Hanya saja, potensi tambahan produksi yang terbuka menyebabkan adanya uncommitted cargo.

“Kira-kira ada 5 kargo [uncommitted] yang datang dari produksi Mahakam yang lebih banyak. Hanya saja, hitungan ini belum masuk dalam rencana kerja,” katanya.

Selain pemasaran LNG, SKK Migas juga mendorong penyaluran gas pipa dapat sesuai kontrak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas skk migas
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top