Whitesky Siap Tambah 2 Helikopter untuk Garap Segmen Ritel, Ini Tipenya!

Saat ini, Whitesky Aviation sudah mengoperasikan tiga unit helikopter tipe yang sama.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  16:46 WIB
Whitesky Siap Tambah 2 Helikopter untuk Garap Segmen Ritel, Ini Tipenya!
Helikopter jenis Bell 505 melakukan uji coba pendaratan saat persiapan pengoperasian Terminal Helikopter "Cengkareng Heliport Intercity" atas kerja sama PT Whitesky Aviation dan PT Angkasa Pura (AP) II, di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/4/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Whitesky Aviation akan menambah jumlah helikopter menjadi 5 unit pada tahun ini untuk lebih memperluas segmen pasar sewa ritel untuk Helicity, salah satu layanan sewa.

Director of Marketing and Business Development Whitesky Ari Nurwanda mengatakan dua helikopter yang akan didatangkan berjenis Bell 505. Adapun, saat ini sudah mengoperasikan tiga unit helikopter tipe yang sama.

"Alasan kami menambah dua Bell 505 karena jenis ini yang bisa menghasilkan tarif affordable. Harapannya bisa segmen pasar untuk ritel," kata Ari kepada Bisnis.com, Kamis (2/1/2020).

Dia menambahkan saat ini sebagian besar atau 60% segmen pasarnya adalah korporasi yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan. Adapun, sisanya merupakan segmen ritel yang mencakup pebisnis maupun wisatawan.

Kedua helikopter tambahan tersebut, imbuhnya, akan dioperasikan untuk melayani rute favorit pelanggan, yakni Jakarta-Bandung maupun intra Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan bakal disiagakan untuk kebutuhan ambulans dan evakuasi (medivac).

Pihaknya memang sedang mempersiapkan layanan heli medivac pada bulan ini. Helicity akan melakukan penandatanganan kerja sama dalam waktu dekat dengan rumah sakit mitra.

Dia menambahkan heli medivac merupakan alternatif pengganti ambulans dalam mengangkut pasien kritis untuk menuju rumah sakit. Tentunya, rumah sakit yang dimaksud harus mempunyai helipad yang sudah tersertifikasi oleh Kementerian Perhubungan. 

Persiapan yang dibutuhkan antara lain pelatihan khusus bagi paramedis dan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan, terutama untuk helipad di rumah sakit mitra. Petugas medis dan peralatan akan disediakan dari pihak Helicity.

Ari mengungkapkan alasan Helicity fokus pada pengoperasian tipe pesawat tunggal (single type operations). Selain harga helikopter yang terjangkau dan konsumsi bahan bakar efisien, penentuan tarif layanan kepada penumpang juga bisa dibuat lebih terjangkau.

Dia menyebutkan harga satu unit Bell 505 mencapai US$1,6 juta atau sekitar Rp22,7 miliar. Adapun, konsumsi avtur kurang lebih 250 liter per jam terbang.

Kapasitas tangki pesawat tersebut adalah 600 liter, sehingga mampu terbang selama 2 jam dalam sekali pengisian bahan bakar.

Ari menjelaskan upaya lain yang dilakukan untuk memperluas segmen pasar ritel adalah dengan mengadakan promo tarif penerbangan pada akhir dan awal tahun. Saat ini, Helicity mematok tarif spesial untuk rute Jakarta-Bandung dan Jakarta-Anyer hingga 20 Januari 2020.

Biasanya Helicity menetapkan tarif sebesar Rp16 juta sampai dengan Rp18 juta untuk satu unit pesawat berkapasitas empat penumpang dalam sekali perjalanan Jakarta-Bandung. Namun, pada periode ini tarif mulai dari Rp9 juta.

"Tahun depan kami masih fokus pada perluasan pasar untuk rute Jakarta-Bandung karena potensinya masih banyak yang belum termanfaatkan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Helikopter

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top