Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jalan Tol Cipali Kebanjiran, Ini Hasil Evaluasi Kemenhub

Dia juga berharap pihak pengairan Kementerian PUPR dapat melakukan normalisasi daerah aliran sungai di dekat jalan tol Cipali.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  06:53 WIB
Foto udara jalan tol Cipali kilometer 116 Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Arus mudik di tol Cipali pada H-3 Lebaran terpantau ramai lancar. - ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Foto udara jalan tol Cipali kilometer 116 Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Arus mudik di tol Cipali pada H-3 Lebaran terpantau ramai lancar. - ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan segera menginventarisasi permasalahan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait menyusul banjir di Jalan Tol Cipali (Cikopo - Palimanan) KM 136 yang terjadi pada Selasa (31/1/2019).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyatakan pihaknya meninjau langsung lokasi titik banjir di Jalan Tol Cipali KM 136 pada Rabu (1/1/2020).

"Saya minta pihak LMS [Lintas Marga Sedaya] membangun tanggul sepanjang lebar sungai atau cerukan tersebut, dengan adanya tanggul minimal akan mengurangi limpahan air yang demikian deras seperti kemarin sore," katanya, Rabu (1/1/2020).

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama dengan pihak operator Tol Cipali yaitu PT Lintas Marga Sedaya dan Polda Jawa Barat, bertempat di Kantor Operasional PT. LMS, Gerbang Tol Subang, Tol Cipali KM 109.

Dia juga berharap pihak pengairan Kementerian PUPR dapat melakukan normalisasi daerah aliran sungai.

Budi meminta agar excavator ditambah jumlahnya agar pekerjaan normalisasi bisa lebih cepat. Kemudian dari pihak Polda Jawa Barat dan Polres Indramayu diminta membuat rencana rekayasa lalu lintas manakala lokasi tersebut ada potensi banjir seperti kemarin.

"Kita harapkan sudah ada rencana pengalihan arus, mungkin sebelum titik banjir, kendaraan bisa keluar tol untuk menghindari banjir, baru kemudian masuk lagi," katanya.

Selain itu, Budi meminta PT LMS memasang CCTV di lokasi tersebut sehingga jika ada kejadian serupa dapat segera dilakukan keputusan cepat untuk penanganan.

"Kalau ada potensi hujan lebat seperti kemarin, patroli yang dilakukan baik oleh PJR maupun petugas, intensitasnya ditingkatkan," ujarnya.

Dia meminta petugas di lapangan terutama Kepolisian dan pihak operator jalan tol, kalau indikasi potensi banjir seperti sebelumnya, ketika airnya mengalir cukup deras, perlu dipertimbangkan kendaraan akan dilewatkan atau diberhentikan.

Menurutnya, perlu dipertimbangkan antara derasnya air dengan kekuatan kendaraan. Permasalahan ini bukan hanya di lokasi banjir tetapi perlu penanganan yang lebih komprehensif, karena itu perlu ada koordinasi lebih lanjut.

Menurut penjelasan pihak operator Tol Cipali, banjir di KM 136 kemarin disebabkan karena adanya curah hujan yang tinggi, di daerah Lasem, hulu Sungai Cilalanang, sehingga air meluap hingga ke jalan, dan juga karena hilir sungai yang menyempit.

Selain itu, karena tidak adanya muara sungai yang memadai, maka aliran air menjadi tidak normal.

Dalam kegiatan tersebut, Budi Setiyadi didampingi Direktur Prasarana Transportasi Jalan Risal Wasal; Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani; dan Kasubdit Dalops Marwanto Heru Santoso. Hadir pula Dirlantas Polda Jabar Kombespol Eddy Junaidi beserta jajaran, dan pihak operator Tol Cipali, PT. LMS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir pt lintas marga sedaya jalan tol cipali
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top