Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelaku Industri Plastik Minta Pengawasan Impor Post Border Ditingkatkan

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan implementasi kebijakan itu sudah lebih baik pada 2019, setelah pertama kali diterapkan pada 2018.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  11:03 WIB
Pelaku Industri Plastik Minta Pengawasan Impor Post Border Ditingkatkan
ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri plastik berharap implementasi mekanisme pengawasan impor post border kian optimal pada 2020 untuk mendukung perkembangan sektor ini.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan implementasi kebijakan itu sudah lebih baik pada 2019, setelah pertama kali diterapkan pada 2018. Pihaknya berharap mekanisme itu terus ditingkatkan pada 2020 agar mampu mendukung industri plastik.

"Pada 2018 implementasinya masih keteteran, sedangkan 2019 sudah lebih baik. Kami harap pada 2020 bisa dipacu lagi," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Fajar menilai implementasi kebijakan itu bisa memberikan gambaran perkembangan industri secara lebih detil sehingga pelaku usaha bisa mengantisipasi tren perkembangan manufaktur nasional.

Di sisi lain, sinkronisasi regulasi dinilai masih menjadi kebutuhan bagi industri kimia agar mampu bertumbuh lebih baik pada 2020.

Menurut Fajar, regulasi yang belum sinkron antarkementerian menjadi faktor yang menghambat kinerja industri olefin dan plastik pada 2019. Sejumlah regulasi dari beberapa kementerian dinilai masih membebani pelaku industri dan investasi baru di bidang olefin dan plastik.

Pihaknnya berharap sinkronisasi regulasi itu bisa diwujudkan pada 2020 agar industri mampu bertumbuh lebih tinggi.

"Regulasi yang tidak sinkron dan tidak pro industri ini jadi catatan di mana Kementerian Perindustrian seperti jalan sendiri mengawal regulasi itu, tetapi diganggu dengan kebijakan kementerian lain yang tidak mendukung," ujarnya.

Fajar mengatakan kondisi itu menciptakan iklim investasi yang penuh ketidakpastian, baik bagi modal baru maupun pengembangan bisnis. Alhasil, kinerja industri olefin dan plastik atau kimia hilir hanya mampu bertumbuh di kisaran 5,1% - 5,2% atau turun tipis dibandingkan tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri plastik
Editor : Galih Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top