Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Libur Natal, Ribuan Kereta Selesai Diperiksa Kemenhub

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan rangkaian rampcheck telah dimulai sejak 1 Oktober 2019 dan direncanakan selesai pada 13 Desember 2019. 
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  15:19 WIB
Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong kereta 'Sleeper Luxury 2' yang dirangkaikan dengan kereta Argo Lawu jurusan Gambir-Solo Balapan sebelum berangkat di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (28/5/2019). PT. Kereta Api Indonesia meluncurkan generasi baru kereta 'Sleeper Luxury 2' yang hanya memuat 26 kursi. -  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong kereta 'Sleeper Luxury 2' yang dirangkaikan dengan kereta Argo Lawu jurusan Gambir-Solo Balapan sebelum berangkat di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (28/5/2019). PT. Kereta Api Indonesia meluncurkan generasi baru kereta 'Sleeper Luxury 2' yang hanya memuat 26 kursi. - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melakukan rampcheck terhadap 289 lokomotif dan 2.075 kereta menjelang pelaksanaan masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan rangkaian rampcheck telah dimulai sejak 1 Oktober 2019 dan direncanakan selesai pada 13 Desember 2019. 

"Kami telah telah melakukan rampchek terhadap sarana dan lokomotif, yakni masing-masing 2.075 kereta dan 289 loko," kata Zulfikri dalam siaran pers, Selasa (10/12/2019).

Dia memerinci sebanyak 245 loko berada di Jawa dan 44 loko di Sumatra. Adapun, perincian sarana adalah 1.848 kereta di Jawa dan 277 kereta di Sumatra.

Zulfikri menjelaskan terdapat beberapa rampcheck yang telah dilakukan. Pertama, rampcheck Standar Pelayanan Minimal (SPM) baik di Stasiun maupun di atas perjalanan kereta.

Rampcheck ini, lanjutnya, untuk memastikan pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa terjamin, misalnya ketersediaan kelengkapan alat yang diperlukan dan fasilitas umum, baik di stasiun maupun di atas kereta. Hingga saat ini, telah dilakukan rampcheck terhadap 109 stasiun dan 104 kereta.

Zulfikri menuturkan untuk lebih memastikan kesiapan angkutan Nataru juga dilakukan inspeksi keselamatan, menggunakan kereta khusus untuk memantau langsung kondisi parasarana dan SDM yang mengoperasikannya. Pemantauan dilakukan di Lintas Utara Jawa dan Lintas Selatan Jawa selama 3 hari. "Kami ingin pastikan setiap daop [daerah operasi] telah siap dengan angkutan Nataru ini," ujarnya.

Dia menjelaskan prediksi jumlah penumpang pada Angkutan Nataru, yang dilaksanakan 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020, meningkat sekitar 4% dibandingkan dengan tahun lalu. Asumsi jumlah penumpang tahun ini sekitar 5,91 juta orang, sedangkan realisasi jumlah penumpang 2018 sebanyak 5,68 juta orang.

Jumlah tempat duduk yang disediakan sebanyak 250.012 kursi untuk seluruh kelas baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi. Sementara di tahun 2018, jumlah tempat duduk hanya 240.162 kursi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api Kemenhub Natal dan Tahun Baru
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top