Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Tekstil Sektor Hulu Makin Tertekan

Hingga kuartal III/2019, industri hulu tekstil sudah mencatatkan performa negatif.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  11:29 WIB
Industri Tekstil Sektor Hulu Makin Tertekan
Pabrik benang - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja industri tekstil hulu tahun ini diperkirakan bakal menurun, kendati secara keseluruhan sektor tersebut masih mencatatkan pertumbuhan.

Redma Gita Wirawasta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), menjelaskan bahwa hingga kuartal III/2019, industri hulu tekstil sudah mencatatkan performa negatif.

"Hingga akhir 2019 masih akan negatif. Pasti akan negatif," ujarnya epada Bisnis, belum lama ini.

Kondisi itu terutama dialami oleh subsektor fiber yang memroduksi poliester dan fiber. Redma menjelaskan kinerja produksi poliester turun lebih dalam dibandingkan rayon yang masih cukup signifikan menyasar pasar ekspor.

Adapun subsektor filamen yang memroduksi benang dinilai relatif stagnan."Untuk rayon, kelihatannya penurunan tidak terlalu signifikan. Fiber ini turunnya cukup dalam," ujarnya.

Redma mengatakan kinerja industri hulu tekstil sepanjang 2019 sangat dipengaruhi oleh pasar domestik. Menurutnya, kondisi ekonomi global membuat pasar ekspor tekstil hulu tidak sebaik tahun sebelumnya.

Padahal, pasar domestik masih dihadapkan oleh kendala dengan masifnya arus impor produk tekstil, khususnya di hilir.

"Tekstil hulu itu akan tergantung dengan hilir, sedangkan tidak bisa mendorong eskpor di tengah situasi global seperti saat ini."

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, kinerja industri tekstil masih bertumbuh sekitar 4,71% dibandingkan periode yang sama pada 2018 (yoy). Namun, pertumbuhan itu melambat sebab pada kuartal III/2018 sektor ini meningkat 5,12% (yoy). Pada kuartal II/2019, sektor tekstil bahkan masih bertumbuh 7,35% (yoy).

Adapun, pertumbuhan kinerja tersebut terutama didorong oleh sektor hilir. Pada kuartal III/2019, data Kemenperin menunjukkan bahwa industri pakaian jadi bertumbuh 19,27% (yoy).

Realisasi itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal III/2018 yang mencapai 12,23% (yoy), kendati lebih rendah dari kuartal II/2019 yang naik 25,79% (yoy).

"Industri hilir tetap tumbuh tinggi, sedangkan di hulu masih sama saja. Kebijakan soal impor punya peran signifikan untuk itu," kata Redma.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri tpt
Editor : Galih Kurniawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top