Selisih Target Lifting Migas Berlanjut Tahun Depan

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan telah menyelesaikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B) 2020. 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  09:39 WIB
Selisih Target Lifting Migas Berlanjut Tahun Depan
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan telah menyelesaikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B) 2020. 

Rencana Kerja dan Anggaran 2020 akan dijadikan ajuan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menjalankan target produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi dalam APBN 2020. 

Wakil Ketua SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun kesimpulan akhir, sebelum menyampaikannya pada hari ini, Senin (9/12/2019). “Sudah. Saat ini sedang disusun kesimpulan akhirnya,” tuturnya kepada Bisnis, Minggu (8/12/2019). 

Fatar menjelaskan dari hasil penyusunan WP&B 2020 terlihat bahwa masih ada gap antara target lifting minyak APBN 2020 dengan WP&B 2020. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan kemampuan reservoir dengan target APBN 2020.

Terpisah, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan gap target lifting minyak dari WP&B KKKS dengan APBN 2019 mencapai 50.000 barel per hari. Tidak hanya gap lifting minyak, selisih target dengan kemampuan KKKS pun tampak di lifting gas bumi. 

“[Lifting gas bumi] masih ada gap juga. Kalau tidak salah sekitar 1.000 MMscfd.” 

Jika dibandingkan dengan selisih target kemampuan KKKS dan APBN 2019, gap pada tahun depan lebih besar. Pasalnya, tahun ini, lifting minyak dipatok 775.000 (bph), sementara WP&B KKKS sebesar 730.000 bph.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, minyak, gas

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top