Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selain Dicopot dari Jabatan Dirut Garuda, Ari Ashkara Terancam Hukuman Pidana

Erick mengatakan, Ari dapat dikenakan hukuman pidana oleh negara. Hal ini karena penyelundupan tersebut berpotensi merugikan negara pada kisaran jumlah Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  17:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir saat jumpa pers terkait dengan kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepada Brompton di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/12 - 2019). Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir saat jumpa pers terkait dengan kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepada Brompton di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/12 - 2019). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Selain pencopotan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Ashkara juga terancam hukuman pidana karena keterlibatannya dalam kasus penyelundupan komponen Harley Davidson dan dua buah sepeda lipat merek Brompton.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (5/12/2019).

Erick mengatakan, Ari dapat dikenakan hukuman pidana oleh negara. Hal ini karena penyelundupan tersebut berpotensi merugikan negara pada kisaran jumlah Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar.

"Tertulis kerugian negara, jadi ini tidak hanya masalah perdata saja, tetapi bisa masuk ranah pidana," ungkapnya.

Ia pun menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada Kementerian Keuangan dan Ditjen Bea dan Cukai. Erick yakin pasal-pasal yang dikenakan kepada Ari akan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, terkait dengan pencopotan Ari sebagai Dirut, ia mengatakan hal tersebut tidak dapat langsung difinalisasi pada hari ini. Garuda Indonesia akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terlebih dahulu guna memproses pencopotan ini.

"Yang akan kami lakukan saat ini adalah menunjuk Pelaksana Tugas [Plt.] secepatnya," tutur Erick.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia impor ilegal
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top