Erick Thohir Ancam Copot Direksi Garuda Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bakal mencopot direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. jika terbukti melakukan penyelundupan dengan sengaja melalui pesawat maskapai pelat merah tersebut.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  12:26 WIB
Erick Thohir Ancam Copot Direksi Garuda Indonesia
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sidang kabinet tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bakal mencopot direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. jika terbukti melakukan penyelundupan dengan sengaja melalui pesawat maskapai pelat merah tersebut.

Diberitakan sebelumnya pesawat Garuda Indonesia seri anyar Airbus 330-900neo yang terbang dari Prancis menuju hanggar Garuda Maintenance Facility atau GMF pada 17 November lalu diduga mengangkut boks kardus berisi barang selundupan.

Pihak Bea Cukai menemukan isi boks tersebut adalah suku cadang motor mewah Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda Brompton. Pendiri Mahaka Group ini pun menyerahkan penyelidikan kepada pihak Bea Cukai.

"Biarkan saja Bea Cukai melihat ada enggak kasus seperti yang dilaporkan. Kalau benar, ya [direksi] harus dicopot. Yang lebih baik sebelum ketahuan mengundurkan diri, seperti samurai Jepang. Ini kalau benar ya, kita juga mesti ada praduga tidak bersalah," ujarnya seusai menghadiri acara Markeeter Award di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Erick kembali menegaskan bahwa orang-orang yang menempati posisi tinggi di BUMN diharapkan bersikap profesional dan memiliki akhlak yang baik. Pasalnya, orang-orang ini merupakan putra putri bangsa terbaik yang diberikan amanah untuk memimpin perusahaan negara.

Selain itu, penting bagi pemimpin BUMN untuk memiliki loyalitas ke pemerintah dan bisa duduk bersama untuk mencari solusi. Bukan saling mengkritik melalui media.

"Saya juga enggak mau ada direksi yang keminter atau akal-akalan. Saya tidak perlu orang pinter, yang penting harus bisa solid bekerja sama dan gotong royong agar semua bisa pintar," ujar Erick.

Adapun, hingga saat ini Erick menyatakan belum ada rencana merombak jajaran petinggi Garuda Indonesia. Namun, Kementerian BUMN akan memantau proses penyelidikan yang sedang berjalan.

"Kami tunggu, saya rasa Bu Sri Mulyani [Menteri Keuangan] sudah menginstruksikan kepada Bea Cukai untuk setransparan mungkin dan beliau turun langsung," tambah Erick.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan sebelumnya menyampaikan bahwa maskapai sudah menyampaikan prosedur formal yang berlaku umum atas ketibaan pesawat.

Barang-barang yang berada di pesawat sudah melalui proses pengecekan sesuai aturan. Seluruh penumpang juga sudah lakukan self declare atas barang bagasi bawaannya sesuai dengan aturan yang berlaku di kepabean internasional.

Saat ini, dia menuturkan barang yang terdiri atas 15 kotak suku cadang motor dan dua kotak berisi sepeda sudah diamankan dan diperiksa oleh pihak bea cukai. Barang tersebut merupakan milik penumpang yang sesuai dengan manifes pesawat.

Ikhsan menegaskan area Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia merupakan kawasan berikat atau bonded area. Semua unsur kepabeanan baik bea cukai dan imigrasi ada di sana dan bukan kawasan eksklusif. GMF, lanjutnya, juga patuh terhadap aturan kepabeanan internasional yang berlaku.

Sementara itu, Kasubdit Humas Bea Cukai Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan seluruh barang tersebut adalah milik penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut. Penelitian mengenai status barang tersebut belum selesai dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, erick thohir

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top