Bos ExxonMobil Pimpin Indonesian Petroleum Association 2020

Indonesian Petroleum Association (IPA) mengadakan rapat umum tahunan ke-48 sambil membicarakan rencana strategis yang dikerjakan pada 2020.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  14:14 WIB
Bos ExxonMobil Pimpin Indonesian Petroleum Association 2020
President IPA Periode 2020 Louise McKenzie (tengah), Vice President IPA Ronald Gunawan (kiri) dan Direktur Eksekutif IPA Marjolinj Wajong memberikan keterangan seputar Rapat Umum Tahunan (Annual General Meeting) yang ke-48, Rabu (4/12/2019). - Bisnis/David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesian Petroleum Association (IPA) mengadakan rapat umum tahunan ke-48 sambil membicarakan rencana strategis yang dikerjakan pada 2020.

Dalam kesempatan tersebut, IPA menyampaikan adanya perubahan pada dewan pengawas dan dewan direksi yang akan bertugas pada 2020. Saat ini, dewan pengawas dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto, sementara Presiden ExxonMobil Cepu Limited Louise McKenzie didaulat menjadi Presiden IPA pada periode 2020.

McKenzie didampingi 12 pemimpin perusahaan migas lainnya di Indonesia yang tergabung dalam Dewan Direksi IPA. McKenzie mengaku mendapatkan kehormatan untuk dipilih sebagai Presiden IPA 2020.

Dia berkomitmen IPA akan terus melanjutkan kerja sama strategis dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya di sektor minyak dan gas bumi (migas).

"Kami juga memastikan bahwa Indonesia bisa menarik lebih banyak investasi, meningkatkan kinerja eksplorasi, meningkatkan produksi, dan memperkuat daya saing hulu migas Indonesia dengan tetap berusaha meningkatkan kualitas masyarakat di wilayah operasi,” katanya dalam konferensi pers Annual General Meeting IPA ke-48, Rabu (4/12/2019).

Adapun anggota IPA merupakan perusahaan-perusahan minyak dan gas bumi yang memiliki produksi secara mayoritas di Indonesia. McKenzie menambahkan IPA mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan akses dan keinginan bekerja bersama dengan pihak industri.

"Upaya menjaga kerja sama yang baik ini merupakan hal penting jika kita ingin mengembangkan industri dengan standar kelas dunia,” tambahnya.

Berdasarkan data SKK Migas, kinerja investasi hulu migas diperkirakan mencapai Rp168,97 triliun US$12 miliar hingga akhir tahun atau naik tipis dibandingkan dengan realisasi 2018 senilai US$11,98 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, exxonmobil

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top