LAPORAN DARI LONDON : Ini Daftar Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO)

Dalam lembaga international yang menaungi 174 negara anggota itu, ada tiga kategori dewan anggota, yakni kategori A, B, dan C.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 30 November 2019  |  07:03 WIB
LAPORAN DARI LONDON : Ini Daftar Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO)
Suasana Sidang Majelis International Maritime Organization ke-31 di London, Inggris. - Bisnis/Ana Noviani

Bisnis.com, LONDON - Majelis International Maritime Organization telah menggelar sidang pemilihan Anggota Dewan IMO periode 2020-2021 pada Jumat (29/11/2019). Dalam Sidang Mejelis IMO ke-31 itu, Indonesia terpilih menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C.

Dalam lembaga international yang menaungi 174 negara anggota itu, ada tiga kategori dewan anggota, yakni kategori A, B, dan C.

Dewan IMO merupakan badan pelaksana di bawah Majelis yang bertugas mengelola kegiatan Organisasi di antara Sidang Majelis. Dewan juga merupakan pengambil kebijakan dalam berbagai bidang tugas IMO yang membahas laporan dari seluruh Komite IMO dan membuat keputusan-keputusan yang akan ditetapkan dalam Sidang Majelis IMO.

Dewan IMO Kategori A terdiri atas negara-negara yang mewakili armada pelayaran niaga internasional terbesar dan sebagai penyedia angkutan laut internasional terbesar, yang memiliki peranan dan kepentingan dalam memberikan International Shipping Services.

Setelah voting dilakukan, 10 negara yang mendapat kursi Dewan IMO Kategori A periode 2020-2021, yakni China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Norwegia, Panama, Rusia, Korea Selatan, Italia, dan Yunani. Mereka menyisihkan Guatemala.

Sementara itu, Anggota Dewan IMO kategori B terdiri atas negara-negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam penyelenggara jasa perdagangan pelayaran/International Seaborne Trade.

Sekretaris Jenderal IMO Kitack Kim mengatakan ada 164 suara yang sah dalam voting Anggota Dewan IMO kategori B. Berdasarkan jumlah dukungan terbanyak, sepuluh negara yang masuk dalam Dewan IMO Kategori B untuk periode 2020-2021, ialah Australia, Brazil, Kanada, Perancis, Jerman, India, Belanda, Spanyol, Uni Emirat Arab dan Argentina.

Sementara itu, Swedia terdepak karena mendapat dukungan yang lebih rendah dibandingkan dengan pendatang baru, Argentina.

Kategori terakhir yaitu Kategori C yang menaungi anggota IMO yang tidak termasuk dalam anggota kategori A dan B, tetapi memiliki kepentingan khusus dan peran terbesar dalam transportasi laut atau navigasi. Pemilihan Anggota Dewan Kategori C turut mempertimbangkan keterwakilan semua daerah geografis utama di dunia.

Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2018-2018 diisi oleh Indonesia, Bahama, Belgia, Chili, Siprus, Denmark, Mesir, Jamaika, Kenya, Liberia, Malaysia, Malta, Meksiko, Maroko, Peru, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Thailand ,dan Turki.

Pada pemilihan Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2020-2021 ini akan ada empat negara baru yang akan turut mencalonkan diri, bersaing memperebutkan 20  kursi yang tersedia, yakni Polandia, Nigeria, Arab Saudi, dan Kuwait.

Lim menuturkan ada 165 negara yang memiliki hak voting. Dari jumlah tersebut, Indonesia mendapatkan 139 suara. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan voting periode 2018-2019 yang tercatat sebanyak 132 dukungan. Peringkat Indonesia juga naik dari peringkat sembilan menjadi peringkat lima.

Dengan perolehan tersebut, Indonesia resmi menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020-2021. Dalam keanggotaan itu, Indonesia bersanding bersama Singapura, Malta, Malaysia, Siprus, Bahama, Afrika Selatan, Afrika Selatan, Meksiko, Chili, Belgia, Mesir, Peru, Maroco, Denmark, Turki, Thailand, Jamaica, Filipina, Kenya, dan Kuwait.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Sidang Majelis International Maritime Organization ke-31 di London, Inggris. - Istimewa/Ditjen Perhubungan Laut

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sebagai negara maritim yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, konektivitas laut merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia.

"Konektivitas laut itu paling intensif terutama berkaitan dengan logistik, sangat relevan kita harus aktif di IMO," kata Menhub di London, Inggris, Rabu (27/11/ 2019).

Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia rutin melakukan kampanye untuk masuk dalam Anggota Dewan IMO kategori C. Indonesia sudah jadi anggota IMO sejak 1961 dan menjadi anggota Dewan yang sejak 1973.

"Kita butuh join di organisasi itu. IMO ini sangat berwibawa dan sangat memiliki reputasi yang baik. Dari IMO, kita juga banyak bertemu dengan international players, negara lain yang memiliki peran dalam safety, security, pelestarian lingkungqn, dan dampak ekonomi," kata Menhub.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian perhubungan, maritim

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top