Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Situasi Global Tak Menentu, Presiden Jokowi Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen Tahun Ini

Presiden Jokowi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat ketiga di antara negara-negara G20 atau di bawah India dan China.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 28 November 2019  |  11:35 WIB
Presiden Joko Widodo mencermati situasi ekonomi dunia yang masih belum menentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tumbuh dikisaran 5,04%-5,05%. - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo mencermati situasi ekonomi dunia yang masih belum menentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tumbuh dikisaran 5,04%-5,05%. - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04%—5,05% pada 2019 atau lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2%.

Pernyataan itu disampaikan oleh Presiden Jokowi ketika menyampaikan pidato dalam acara peresmian pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Di hadapan para petinggi korporasi swasta dan BUMN, Presiden Jokowi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat ketiga di antara negara-negara G20 atau di bawah India dan China.

Dengan kondisi itu, Kepala Negara meminta agar pelaku usaha semangat optimistis terus dikedepankan dan berharap Indonesia tidak selalu berada di posisi tertekan.

"Semua negara sekarang tertekan," kata Jokowi.

Berbagai situasi yang menekan itu antara lain perang dagang antara Amerika Serikat dan China, masalah di Amerika Latin, hengkangnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit, situasi kawasan Timur Tengah, Hong Kong dan sebagainya.

Apabila pemerintah berkonsentrasi menghadapi masalah-masalah internal, Jokowi yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin baik.

"Tantangan kita ada di mana? Saya kira pertumbuhan ekonomi kita tahun ini mungkin 5,04 atau 5,05. Kira-kira berada di situ," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan hasil pertemuannya dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva yang berharap Indonesia mengelola fiskal secara prudent atau lebih berhati-hati akrena kondisi global yang belum jelas.

Jokowi mengaku setuju bahwa pengelolaan fiskal Indonesia harus prudent. APBN, menurutnya, hanya mempengaruhi kurang lebih 14% terhadap ekonomi Indonesia. Sebagian besar lainnya, sekitar 86%, dipengaruhi oleh swasta dan BUMN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ekonomi global Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top