Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Semen Melejit pada Oktober 2019

Pada bulan Oktober ekspor semen melesat hingga 40% secara tahunan menjadi 660.000 ton.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 November 2019  |  14:43 WIB
ilustrasi. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
ilustrasi. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi semen mulai menunjukkan kinerja positif pada Oktober 2019. Adapun, produksi tersebut didorong oleh permintaan semen dan clinker di pasar global.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan volume ekspor pada Januari—Oktober 2019 melonjak 23% menjadi 5,37 juta ton. Adapun, produksi semen hingga 10 bulan berjalan tahun ini tumbuh tipis 0,1% menjadi 61,66 juta ton.

"Terlihat dari data yang ada bahwa permintaan dalam negeri stagnan, masih untung dibantu peningkatan ekspor sehingga total penjualan tidak defisit dibanding tahun lalu,” kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso kepada Bisnis, Minggu (25/11/2019).

Widodo mengatakan ekspor pada bulan Oktober melesat hingga 40% secara tahunan menjadi 660.000 ton dengan tujuan Bangladesh, Australia, Filipina, Afrika, dan Timor Leste.

Kendari demikian, Widodo mencatat total konsumsi hingga Oktober masih melaju di zona merah sebesar 1,2% menjadi 56,62 juta ton. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh konsumsi pada paruh pertama 2019 yang turun tajam sebesar 2,3% atau berkurang 800.000 ton dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Widodo menyatakan penurunan konsumsi tersebut dipengaruhi oleh pemilihan kursi eksekutif, legislatif, dan resesi ekonomi global. Pada Oktober, penurunan konsumsi terjadi di Sumatra yakni sebesar 3,3% secara tahunan menjadi 1,48 juta ton.

Sementara itu, pertumbuhan terbesar ada di pulau Sulawesi yakni sebesar 40% secara tahunan menjadi 748.000 ton. Namun, konsumsi di Jawa dan Sumatra masih mendominasi konsumsi nasional lebih dari 70%.

Widodo menilai penurunan konsumsi sepanjang tahun ini bisa membuat utilitas pabrikan industri semen pada tahun ini kembali turun. Dia memperkirakan konsumsi semen hingga akhir tahun tidak dapat mengejar ketertinggalan konsumsi sebesar 600.000 ton.

Asosiasi mencatat utilitas pabrikan semen pada tahun lalu berada di level 63,2% atau memproduksi 69,54 juta ton. Dengan asumsi konsumsi hingga akhir tahun tetap -2,2%, utilitas pabrikan semen akan turun ke level 61,01% lantaran kapasitas terpasang pabrikan semen naik 1,36% atau sebanyak 1,5 juta ton pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top