Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor TPT Minta Pemerintah Realisasikan Sentra Industri di Jateng

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen menyatakan Presiden menawarkan sebuah blok tanah sekitar 4.000 hektare di Brebes, Jawa Tengah.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 November 2019  |  09:34 WIB
ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat
ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) meminta pemerintah mendorong pendirian sentra industri dengan menyediakan beberapa fasilitas, khususnya pemrosesan limbah.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI) menyatakan Presiden menawarkan sebuah blok tanah sekitar 4.000 hektare di Brebes, Jawa Tengah. Asosiasi menilai pendirian kawasan industri TPT di Brebes tepat lantaran daya saing dan infrastruktur pendukungnya yang sudah cukup lengkap seperti jalan tol dan pelabuhan.

“[Limbah] jadi masalah di Jawa Barat. Daripada dia [pelaku industri] bangun pengolahan limbah sendiri mendingan pindah. Terus, kalau lihat dari UMR [Upah Minimum Regional] di Brebes masih Rp1,8 juta, akses tol lebih bagus untuk logistik. Saya kira, kalau pengelola kawasan industri sudah ada, pasti pindah,” kata Sekretaris Jenderal APSyFI Redma Wirawasta kepada Bisnis baru-baru ini.

Redma mengatakan selain pengelola dan pengolahan limbah harus ada beberapa fasilitas lain yang harus disusun seperti pembangkit listrik tenaga gas, penurunan harga gas, dan pusat pelatihan. Redma memaparkan pusat pelatihan dinilai penting untuk melatih tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor manufaktur.

Redma menyatakan sebagian pelaku industri juga berencana untuk membawa sebagian tenaga kerja terampil dari pabrik di Jawa Barat ke pabrik baru nantinya. Menurutnya, tenaga kerja terampil di Jawa Barat akan diberikan pilihan untuk pindah ke pabrik baru atau menerima pesangon.

Selain itu, Redma menilai pendirian fasilitas pelatihan industri TPT juga berguna meningkatkan produktivitas di sekitar pabrikan. Menurutnya, produktivitas pada sektor pertanian secara teori cenderung musiman, sedangkan produktivitas pada sektor manufaktur lebih stabil sepanjang tahun.

Redma mengatakan harga tanah yang ditawarkan di Brebes berkisar Rp200.000—Rp250.000 per meter. “Investas yang mahal di awal tidak bisa menutup [biaya produksi], jadi emmang harus murah awalnya.”

Adapun, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat sebelumnya mengatakan Presiden Jokowi menawarkan agar sentra pabrikan TPT didirikan di Tegal. Menurutnya, lahan yang disiapkan di Tegal seluas 42 hektare. Selain itu, Ade mengusulkan agar masa guna bangunan pabrikan diperpanjang menjadi 50 tahun.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Pan Brothers Tbk. Iswar Deni menilai pemilihan Jawa Tengah sebagai sentra idnustri TPT merupakan langkah yang bagus. Menurutnya, pemindahan sentra industri TPT dari Jawa Barat ke Jawa Tengah dapat memperkuat daya saing dan daya dukung TPT nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri tpt
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top