Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

S&P : Akses Unik Jaga Hong Kong Jadi Pusat Keuangan Asia

Akses unik menuju China daratan dinilai akan menjaga Hong Kong sebagai pusat keuangan Asia terlepas dari aksi protes yang berkelanjutan, demikian menurut S&P Global Ratings.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 November 2019  |  11:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Akses unik menuju China daratan dinilai akan menjaga Hong Kong sebagai pusat keuangan Asia terlepas dari aksi protes yang berkelanjutan, demikian menurut S&P Global Ratings.

Kim Eng Tan, Senior Director Sovereign Ratings di lembaga pemeringkat internasional itu, berpendapat Hong Kong memiliki akses yang jauh lebih baik ke China daratan ketimbang negara lain.

“Keuntungan ini tidak akan hilang dari aksi protes,” ujar Kim Eng Tan dalam sebuah wawancara, seperti dilansir melalui Bloomberg (Jumat, 22/11/2019).

Ia lebih lanjut memperkirakan tidak banyak dari tuntutan para demonstran yang akan dipenuhi oleh pemerintah Hong Kong mengingat bahwa setiap perubahan akan tunduk pada persetujuan oleh China.

“Saya tidak berpikir hal ini akan menjadi cerita struktural di Hong Kong, karena mungkin akan menjadi jelas di beberapa titik, hanya saja tidak dalam waktu dekat ataupun masa mendatang yang dapat diduga,” lanjut Tan.

Terkait metrik kredit untuk Hong Kong, sambungnya, S&P belum melihat cukup pelemahan untuk mengubah pandangan tentang peringkat baik pada saat ini ataupun dalam satu atau dua tahun ke depan.

“Ekonomi akan berkinerja lebih buruk dari yang diharapkan tetapi Hong Kong masih akan menjadi salah satu yang berkinerja di antara negara-negara berpenghasilan tinggi,” papar Tan.

Awal bulan ini, Hong Kong merevisi turun estimasi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019. Pemerintah setempat kini memperkirakan kontraksi tahunan pertama sejak krisis keuangan global satu dekade lalu.

Pandangan S&P kontras dengan Moody's Investors Service Inc., yang mengubah outlook pada peringkat issuer Aa2 Hong Kong menjadi negatif dari stabil pada September, seiring dengan risiko yang meningkat dari dampak aksi protes terhadap daya tarik kota sebagai pusat perdagangan dan keuangan.

Sebelumnya, Fitch Ratings menurunkan rating utang jangka panjang dalam mata uang asing untuk Hong Kong dari AA+ menjadi AA dengan outlook negatif, pertama kalinya sejak 1995.

Menurut Fitch, penurunan peringkat itu dilakukan seiring dengan meningkatnya keraguan mengenai pemerintahan Hong Kong akibat gejolak politik yang melandanya dalam beberapa waktu terakhir.

Aksi protes itu sendiri memengaruhi penilaian S&P tentang Hong Kong di beberapa bidang termasuk pandangan tentang kemampuan negara itu untuk menerapkan kebijakan dan bereaksi terhadap guncangan di masa depan, yang telah "berkurang secara signifikan".

“Kinerja fiskal tidak akan sekuat seperti sebelumnya,” tambah Tan.

Namun, bagi Tan, penilaian tersebut tidak menuntut perubahan pada peringkat dan prospek AA+ Hong Kong. Pada dasarnya, Hong Kong tetap dipandang merupakan pusat keuangan penting seperti saat ini adalah karena alasan struktural yang sangat kuat.

“Orang-orang mungkin mempersiapkan rencana darurat, tetapi saya tidak berpikir ada orang yang menyatakan niatnya untuk keluar dari Hong Kong pada saat ini,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top