Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serapan Industri Rendah, 1 Juta Ton Garam Terancam Turun Kualitas

Sebanyak 1 juta ton stok garam rakyat kualitas unggulan (KW 1) terancam turun kualitas seiring dengan rendahnya serapan dari industri hilir. Tekanan terhadap harga komoditas itu pun kian meningkat. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 21 November 2019  |  15:07 WIB
Petambak memanen garam di desa Tanjakan, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019). - ANTARA/Dedhez Anggara
Petambak memanen garam di desa Tanjakan, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019). - ANTARA/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 1 juta ton stok garam rakyat kualitas unggulan (KW 1) terancam turun kualitas seiring dengan rendahnya serapan dari industri hilir. Tekanan terhadap harga komoditas itu pun kian meningkat. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Jakfar Sodikin mengatakan bahwa hingga pertengahan November 2019, produksi garam rakyat mencapai 2,08 juta ton. 

“Kira-kira 50%, 1-jutaan [ton terancam] rusak, bisa turun kualitas jadi KW 2. KW 2 bisa turun sekitar 30%,” katanya kepada Bisnis, Rabu (20/11/2019). 

Dia menambahkan, saat ini banyak petambak yang tidak lagi memproduksi garam. Alasannya, harga garam yang belum juga naik dari kisaran Rp450 per kilogram (kg) untuk KW 1, Rp300 per kg untuk KW2, dan Rp150 per kg. 

“Tambak sudah ditinggal. [Petambak] malas produksi,” ujar Jakfar. 

Padahal, menurut Jakfar, harga minimum untuk garam kualitas terbaik atau KW1 harusnya bisa mencapai Rp1.000 per kg. Oleh karena itu, diperkirakan hingga akhir tahun, produksi garam rakyat stagnan di kisaran 2,08 juta ton.

Senada, Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko mengeluhkan rendahnya harga garam nasional yang jatuh ke level Rp400 rupiah per kilogram.

“Pengusaha garam termasuk PT Garam ini terpuruk sepanjang sejarah. Sekarang di titik nadir, harga garam itu di Jawa Timur hanya Rp400 per kilogram di sentra produksi,” kata Budi. 

Dari laporan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, saat ini produksi garam nasional sebanyak 2,1 juta ton. PT Garam sendiri katanya sudah memproduksi hampir 400.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam kkp
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top