Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemindahan Ibu Kota : Wapres Ma'ruf Pastikan Pemerintah Masih Kaji Sejumlah Persoalan

Kajian aspek tata negara atas ibu kota baru sedang disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 21 November 2019  |  08:15 WIB
Lahan milik negara dengan status HGU (hak guna usaha) PT ITCI Hutama Manunggal di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang rencananya menjadi lahan Ibu Kota negara. - Antara
Lahan milik negara dengan status HGU (hak guna usaha) PT ITCI Hutama Manunggal di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang rencananya menjadi lahan Ibu Kota negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan kajian mengenai pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur yang diperkirakan akan tuntas pada tahun depan.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menuturkan kajian aspek tata negara atas ibu kota baru sedang disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Draft awal kajian menyeluruh atas ibu kota baru itu diperkirakan rampung pada 2020.

"Diharapkan awal 2020 [draft awal tata negara Ibu Kota Baru] sudah bisa [dilihat]. Kita liat nanti," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, beberapa persoalan tata negara yang krusial harus diselesaikan dalam kajian ibu kota baru ini seperti keberadaan pemerintah daerah.

Kajian pemerintahan itu membahas apakah ibu kota baru ini dipimpin seorang gubernur atau walikota baru yang ditunjuk. Atau keberadaannya merupakan kawasan yang dikelola sebagai daerah otorita.

"Apakah tingkat satu [provinsi], apakah daerah khusus, apa semacam federal authority, apakah tidak punya DPR," katanya.

Ma'ruf menyebutkan saat ini seluruh kajian menyeluruh sedang disiapkan oleh Bappenas. Juga tengah dilakukan sayembara atas desain dan nama ibukota baru ini.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ibukota Pemindahan Ibu Kota Ibu Kota Dipindah Ibu Kota Dipindah
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top