Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian ESDM Usulkan Penyesuaian Formula Harga Solar Subsidi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunggu respons Kementerian Keuangan atas usulan penyesuaian formula harga solar subsidi.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 21 November 2019  |  17:43 WIB
Ilustrasi - Antara/Dedhez Anggara
Ilustrasi - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunggu respons Kementerian Keuangan atas usulan penyesuaian formula harga solar subsidi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto mengatakan telah mengajukan surat permohonan penyesuaian formula harga solar subsidi kepada Kemenkeu. Pasalnya, berdasarkan pasal 14 ayat (3) Peraturan Presiden No.43/2018, formula harga ditetapkan setelah mendapatkan pertimbangan menteri yang menyelenggarakan usulan pemerintah di bidang keuangan negara.

“Kita tunggu [balasan Kemenkeu]. Perubahannya itu sesuai Perpres 43/2018, kami [harus] mengajukan ke Kemenkeu. Insyaallah [akhir tahun sudah ada balasan]” tuturnya di kantor Kementerian ESDM, Kamis (21/11/2019).

Adapun surat dari Kementerian ESDM sudah dilayangkan sejak 27 September 2019. Surat tersebut berisi permohonan pertimbangan atas usulan revisi formula harga dasar jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu jenis minyak solar (gas oil).

Dalam surat tersebut, Kementerian ESDM mengusulkan penyesuaian formula harga dasar solar subsidi yang semula 95% harga indeks pasar (HIP) minyak solar + Rp802 per liter menjadi 100% HIP minyak solar + Rp802 per liter.

Menyusul rencana penyesuaian formula tersebut, PT AKR Corporindo Tbk. siap menyalurkan kembali bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui stasiun pengisian bahan bakar kendaraan bermotor (SPBKB) dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Indonesia.

Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo mengatakan tetap mendukung program pemerintah dalam menyalurkan BBM kepada masyarakat.

“Pada 2020 AKR siap mulai kembali menyalurkan kembali BBM bersubsidi melalui outlet-outlet kami sesuai tujuan utama, yaitu mendukung program pemerintah dalam penyaluran energi yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya dalam keterangan resmi.

Sejak Mei lalu, emiten dengan kode saham AKRA ini menghentikan sementara penyaluran BBM bersubsidi karena alasan perubahan formula harga yang ditetapkan tidak ekonomis bagi perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar kementerian esdm
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top