Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimalisasi Uji Coba B20, Pertamina Gandeng 10 BU BBN

Adendum kontrak tersebut mencakup total penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 209.238 kiloliter (KL) yang tersebar di 8 titik serah PT Pertamina (Persero) yakni Rewulu, Medan, Balikpapan, Plumpang, Kasim, Plaju, Panjang, dan Boyolali.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 20 November 2019  |  08:42 WIB
Kebijakan bauran biodiesel 20% atau B20. - Bisnis/Radityo Eko
Kebijakan bauran biodiesel 20% atau B20. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA–PT Pertamina (Persero) dan 10 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) telah menandatangani adendum kontrak uji coba B30.

Adendum kontrak tersebut mencakup total penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 209.238 kiloliter (KL) yang tersebar di 8 titik serah PT Pertamina (Persero) yakni Rewulu, Medan, Balikpapan, Plumpang, Kasim, Plaju, Panjang, dan Boyolali.

Proses uji coba B30 akan dilakukan mulai November 2019 hingga Desember 2019 dengan beberapa BU BBN yang terlibat antara lain PT Sinarmas Bioenergi, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Kutai Refinery Nusantara, PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT SMART Tbk, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Tunas Baru Lampung, PT Batara Elok Semesta Terpadu, dan PT Wilmar Nabati Indonesia. 

“Dengan demikian pelaksanaan mandatori B30 per 1 Januari 2020 nanti diharapkan akan semakin optimal,” ujar Asisten Deputi Produktivitas Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Andi Novianto, Selasa (19/11/2019).

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Mohammad Hidayat menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka B30 pada awal tahun 2020 dapat dilaksanakan dengan baik, mengurangi penggunaan minyak solar, dan memperbaiki neraca dagang terutama neraca dagang migas.

“Kami berharap segala perbaikan aspek teknis juga dapat segera diselesaikan dan ini semua membutuhkan kerja sama dari semua pihak terkait,” ujar Mohammad Hidayat, Selasa (19/11/2019).

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur PT Pertamina Gandhi Sriwidodo pun menambahkan salah satu isu yang juga perlu menjadi perhatian adalah tentang simplifikasi pola suplai.

“Realisasi dari penyerapan FAME dalam program B20 sudah berjalan dengan baik. Kita berharap pencapaian di B30 juga demikian. Terutama persoalan pola suplai yang diupayakan bisa makin efektif. Ini penting untuk menjaga kualitas, efisiensi biaya, dan waktu yang lebih cepat,” terang Gandhi. 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mandatori B20
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top