Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Pangkas Target Produksi Kedelai, Impor Membayangi

Kementerian Pertanian menargetkan produksi kedelai pada tahun depan sebanyak 1,12 juta ton, jauh di bawah target 2019 yang mencapai 2,8 juta ton. Ketergantungan akan impor komoditas itu masih membayangi industri pangan di sisi hilir. 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 November 2019  |  11:34 WIB
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian menargetkan produksi kedelai pada tahun depan sebanyak 1,12 juta ton, jauh di bawah target 2019 yang mencapai 2,8 juta ton. Ketergantungan akan impor komoditas itu masih membayangi industri pangan di sisi hilir. 

Penetapan target itu dibuat berdasarkan capaian produksi kedelai sepanjang Januari—Oktober 2019 yang hanya 480.000 ton atau baru 16,4% dari target. Capaian itu merupakan yang terendah di sektor tanaman pangan sepanjang periode itu. 

Dalam laporan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada Komisi IV DPR RI saat rapat kerja pada Senin (18/11/2019), angka realisasi ini terpaut jauh dari angka produksi padi dan jagung. Syahrul mengemukakan capaian produksi kedelai yang jauh dari target tak lepas dari sejumlah kendala. 

Minat petani untuk menanam komoditas ini diungkapkannya masih rendah. Hal ini pun diperburuk dengan terbatasnya ketersediaan benih kedelai di lapangan. 

“Harga benih belum menimbulkan daya tarik bagi produsen benih untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Di tingkat petani harga kedelai pun rendah,” ujar Syahrul. 

Syahrul pun menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada regulasi yang mendukung tata niaga kedelai seperti belum adanya mekanisme yang mengatur penyerapan kedelai lokal oleh Perum Bulog dengan harga acuan. 

Di sisi lain, pengembangan area penanaman kedelai pun masih jauh dari target pemerintah yang dipatok di angka 616.105 hektare (ha). Sampai Oktober, area pengembangan baru mencakup lahan seluas 115.318 ha. 

Sejatinya Kementan sempat menargetkan swasembada kedelai pada 2018. Kementan juga mengklaim selama 4 tahun terakhir terjadi pertumbuhan produksi 11,52%, produktivitas 0,52%, dan luas panen 11,6%. 

Namun sampai dengan akhir tahun lalu, impor kedelai masih cukup tinggi, yakni 2,42 juta ton. Padahal, produksi dalam negeri hanya berkisar 982.598 ton. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan kedelai
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top