Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jaga Iklim Investasi, Presiden Jokowi Titip Hal Ini ke TNI dan Polri

Peristiwa demonstrasi yang terus-menerus di Hong Kong menyebabkan negara tersebut terancam masuk dalam tren resesi ekonomi.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 13 November 2019  |  13:18 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Rabu (13/11/2019). JIBI/Bisnis - Amanda Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Rabu (13/11/2019). JIBI/Bisnis - Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, BOGOR — Presiden Joko Widodo meminta Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) mengantisipasi segala persoalan di daerah supaya tidak menghambat perekonomian daerah.

Pasalnya, kondisi ekonomi dunia diakuinya mengarah pada tren perlambatan bahkan resesi sehingga antisipasi persoalan sekecil apapun harus menjadi fokus pemerintah. Namun, dia mengklaim perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5% di tengah tren perlambatan ekonomi global.

“Saya titip ini terutama untuk jajaran TNI dan Polri, melihat sekecil apapun peristiwa jangan menggampangkan karena kita [dunia] penuh discontent ketidakpuasan. Hati-hati,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Rabu (13/11/2019).

Dia pun mencontohkan peristiwa demonstrasi yang terus-menerus di Hong Kong menyebabkan negara tersebut terancam masuk dalam tren resesi ekonomi.

Demo di Hong Kong berawal dari penolakan masyarakat atas Rancangan Undang-undang Ekstradisi ke China.

Hal yang sama juga dicontohkan Jokowi atas demonstrasi besar-besaran di Chile akibat kenaikan transportasi publik sebesar 4%. Demonstrasi tersebut bahkan menyebabkan penyelenggaraan APEC 2019 yang sedianya digelar di Chile menjadi batal.

“Bolivia karena sengketa pemilu yang tidak ditangani preventif dengan baik akhirnya Evo Morales mundur dan contoh-contoh discontent di negara lain mulai muncul. Hati-hati menangani hal-hal yang kecil, yang kalau kita tidak sensitif bisa melebar ke mana-mana,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi investasi polri Pertumbuhan Ekonomi tni
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top