Menhub Ingin LRT Jabodebek Beroperasi Serentak 2021

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penyelesaian proyek harus bisa rampung paling lambat pada Juli 2021. 
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 11 November 2019  |  15:03 WIB
Menhub Ingin LRT Jabodebek Beroperasi Serentak 2021
Proses pengangkatan kereta pertama LRT Jabodebek di pitstop Stasiun Harjamukti, Minggu (13/10/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menargetkan operasional kereta ringan atau light rail transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi untuk semua rute akan dilakukan secara serentak pada 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penyelesaian proyek harus bisa rampung paling lambat pada Juli 2021. 

PT Adhi Karya Tbk. selaku pelaksana pekerjaan proyek light rail transit (LRT) Jabodebek juga diapresiasi karena telah bekerja dengan maksimal dalam proyek yang menggunakan pembiayaan dengan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

"Operasional LRT akan dilakukan secara langsung bersamaan pada 2021. Semua rute serentak, tidak bertahap,” katanya, Senin (11/11/2019).

Menhub menambahkan LRT Jabodebek merupakan proyek percontohan skema KPBU dari segi struktur finansial. Adhi Karya bersama dengan PT Kereta Api Indonesia dinilai mampu mengerjakan secara baik.

Menurutnya, proyek harus segera diselesaikan karena sudah ada kota-kota lain yang akan segera menyusul untuk membangun angkutan massal LRT yaitu Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan.

“Kami harapkan ini menjadi satu alternatif atau pilihan angkutan massal Indonesia yang dapat diandalkan,” ujarnya.

Pada masa mendatang, Budi menuturkan ada inovasi yang dilakukan khususnya dari segi harga sehingga LRT dapat lebih kompetitif. Inovasi tersebut bisa memberikan solusi bagi kota lain yang berencana membangun LRT.

Bentangan beton panjang (long span) proyek LRT Jabodebek yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan telah diresmikan pada Senin hari ini. 

Saat ini, proyek LRT Jabodebek yang berada di ruas Jalan Gatot Soebroto telah tersambung dengan proyek yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan. Proyek yang diresmikan ini bertipe box girder beton dengan radius lengkung 115 meter. 

Kemudian, panjang bentang utama 148 meter dan beban pondasi pengujian 4.400 ton. Long span ini disebut merupakan yang terpanjang di dunia dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Hingga 1 November 2019, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 67,3 persen. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya yakni lintas Cawang-Cibubur (86,2 persen), Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (58,3 persen), dan Cawang-Bekasi Timur (60,5 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menhub, lrt jabodebek

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top