Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentil Pengusaha Pakan Ikan, Menteri Edhy : Jangan Mahal-mahal

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta agar harga pakan ikan tidak terlalu mahal. Pasalnya hal ini dianggap memberatkan para pembudidaya ikan. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 06 November 2019  |  14:31 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan pidato pada acaraAquatica Asia dan Indoaqua 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (6/11/2019). - Bisnis/Desyinta Nuraini
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan pidato pada acaraAquatica Asia dan Indoaqua 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (6/11/2019). - Bisnis/Desyinta Nuraini
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta agar harga pakan ikan tidak terlalu mahal. Pasalnya hal ini dianggap memberatkan para pembudidaya ikan. 
Permintaan itu disampaikan Edhy saat menyampaikan pidato pada acara Aquatica Asia dan Indoaqua 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (6/11/2019).
"Apa nggak bisa kita bikin jalan tengah, jangan pakan ikan yang mahal, kalau bisa ya kita hitunglah sama-sama. Kalau ngambil untung jangan besar-besar amat, yang penting suistanaible," singgungnya di hadapan para stakeholder di sektor perikanan budidaya. 
Edhy menuturkan bahwa pakan menyumbang 40% untuk biaya produksi budidaya. Oleh karena itu, perlu ada cara untuk menguranginya. 
Salah satu terobosan, kata Edhy dengan membuat mesin pelet baru. "Maka itu kami juga berharap kepada para pengusaha-pengusaha besar yang sudah bergerak di sektor pakan ikan, harganya itu diturunkan sehingga ketemulah titik masalah harga," imbuhnya.
Dia pun akan menjalani komunikasi untuk menuntaskan permasalah ini. Apakah karena biaya pokok produksi (BPP) yang mahal, atau karena faktor transportasi yang sudah, menurut Edhy harus segera dituntaskan masalahnya.
"Harus kita pahami, cari tahu semua, sebenarnya tidak sulit kalau kita semua terjadi komunikasi dua arah," tegasnya. 
Sementara itu Edhy menerangkan bahwa komunikasi dua arah menjadi agenda utamanya sejak menjabat sebagai menteri, sehingga tidak ada lagi istilah seolah-olah negara tidak hadir, khususnya bagi nelayan maupun pembudidaya. Mulanya dia mengira tugas tersebut ringan namun ternyata cukup berat karena menyangkut seluruh stkeholder. 
Kendati demikian Edhy percaya diri setelah bertemu para stakeholder yang ada di sektor perikanan dan kelautan, permasalahan yang ada bisa dituntaskan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan budi daya ikan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top